Bisnis Indonesia Online » Keuangan » Ekonomi Makro


Jumat, 05/09/2008 12:44 WIB

Citigroup: BI rate bulan depan akan 9,50%

oleh : Berliana Elisabeth S.

JAKARTA (Bisnis.com): Citigroup memprediksi kenaikan BI rate sebesar 25 basis poin kemarin akan berlanjut pada 8 Oktober sehingga suku bunga menjadi 9,50%.

Setelah pada rapat dewan gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 4 September kemarin memutuskan menaikkan suku bunga BI menjadi 9,25%, analis Citigroup memprediksi kenaikan dengan persentase yang sama akan berlanjut sehingga pada RDG 8 Oktober 2008 BI rate menjadi 9,50%.

Analis Citigroup Moh Siong Sim dan Leon Hiew di Singapura melalui riset yang salinannya diterima Bisnis mengatakan kenaikan BI rate sebesar 25 basis poin kemarin menandakan bank sentral masih mengkhawatirkan inflasi yang akan naik kembali.

Kenaikan laju inflasi akan dipicu meingkatnya permintaan karena bulan Ramadan dan bulan depan sudah memasuki Lebaran. Biasanya pada hari besar Muslim ini permintaan meningkat sehingga harga barang-barang seperti makanan, bahan bakar akan melonjak. apalagi pada akhir Agustus Pertamina sudah lebih dulu menaikkan harga gas elpiji.

Namun penurunan harga komoditas di pasar global dan minyak mentah dunia mampu mengurangi kenaikan harga di pasar domestik sehingga BI optimistis mematok laju inflasi akhir tahun 11,5-12,5% dan pada 2009 sebesar 6,5-7,5%.

Bank Indonesia juga masih disibukkan untuk mengendalikan rupiah seiring dengan penguatan dolar AS terhadap major currency khususnya terhadap euro. "Kestabilan rupiah menjadi salah satu instrumen untuk mengantisipasi laju inflasi," tutur Leon Hiew.

Menjaga kestabilan rupiah itu sudah dilakukan BI yang terlohat dari turunnya cadangan devisa Indonesia dalam kurun satu bulan menjadi US$58,4 miliar dari US$60 miliar.

Deputi Gubernur Bank Indonesia Budi Mulia mengatakan penurunan cadangan devisa itu diakibatkan oleh pembayaran utang pemerintah yang jatuh tempo dan kebutuhan haji serta untuk stabilisasi rupiah.

bisnis.com

 

Berita Lain

  • Miranda: Inflasi diprediksi di kisaran 11%
  • Dana Alokasi Khusus tak terserap 10%
  • Daerah penunggak utang dikenai sanksi
  • Wapres: PHK tak dapat dihindari

Komentar

Beri Komentar