Bisnis Indonesia Online » Keuangan » Ekonomi Makro


Jumat, 26/09/2008 19:19 WIB

Penyerapan belanja barang & modal digenjot

oleh : Agust Supriadi

JAKARTA (bisnis.com): Pemerintah akan menggenjot penyerapan belanja barang dan modal dalam tiga bulan ke depan, kendati diyakini realisasinya hingga akhir tahun tidak akan terserap seluruhnya.

Dirjen Perbendaharaan Depkeu Herry Purnomo mengungkapkan belanja barang sampai 15 September baru terserap 40,35% dari Rp67,46 triliun dalam pagu. Sedangkan penyerapan belanja modal lebih rendah lagi, hanya 38% dari Rp79,12 triliun. Untuk itu, pemerintah akan menggenjot penyerapannya di sisa tiga bulan ke depan.

"Tapi kayaknya sampai akhir tahun tidak akan terserap seluruhnya atau 100%. Seperti yang dikatakan Ibu Menteri [Keuangan] paling 77%, kecuali belanja pegawai," jelas dia hari ini.

Menurut Herry, untuk mendorong pertumbuhan ekonomi diperlukan penyerapan belanja modal yang tinggi dan itu tergantung dari kinerja kementerian dan lembaga negara untuk menyerap anggaran. Untuk itu Depkeu telah berupaya untuk mempercepat revisi anggaran untuk mengefektifkan penyerapan, mengingat Depkeu sendiri penyerapan belanjanya baru 70% per 15 September.

Herry memaparkan belanja pegawai penyerapannya baru 67,2% dari Rp123,5 triliun, sedangkan pembayaran bunga utang cukup baik sebesar 67% dari Rp94,79 triliun. Dengan demikian, lanjut dia, belanja pemerintah pusat baru terserap 57% dari Rp697,07 triliun.

Sementara, penyerapan subsidi sudah mencapai 64% dari total subsidi Rp234,4 triliun yang antara lain terdiri dari pembayaran subsidi BBM 72,4% dari Rp126,8 triliun dan subsidi listrik 60,73% dari Rp60,2 triliun.

Selanjutnya, untuk subsidi non energi baru terserap 40,69% dari Rp47,29 triliun yang dianggarkan. Untuk realisasi penerimaan negara, hingga 15 September rata-rata penyerapannya di atas 60%. Hal tersebut berasal dari penerimaan pajak sebesar 74,6% dari target Rp609,2 triliun dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) 64,9% dari Rp282,8 triliun yang ditargetkan.

Untuk itu, Herry memperkirakan surplus anggaran negara sampai saat ini masih sekitar Rp100 triliun, mengingat penerimaan negara yang melampaui penyerapan belanja.

Dia menambahkan pemerintah berencana mengucurkan dana Rp30 triliun untuk mempercepat penyerapan belanja dan transfer ke daerah. Nominal tersebut dikucurkan untuk Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar Rp15 triliun, pembayaran gaji dan pensiun Rp8 triliun, serta pembayaran bunga utang Rp8 triliun. (tw)

bisnis.com

 

Berita Lain

  • BI: Devisa RI 2009 bertahan di US$51 miliar
  • BI Rate turun 50 basis poin ke 8,75%
  • Pencantuman NPWP tunggu SK Gubernur DKI
  • Dana cadangan risiko fiskal migas Rp5 triliun

Komentar

Beri Komentar