Bisnis Indonesia Online » Keuangan » Ekonomi Makro
Jumat, 26/09/2008 19:39 WIB
Defisit tahun depan berpotensi turun jadi 1,5%
oleh : Agust Supriadi
JAKARTA (bisnis.com): Bappenas memperkirakan defisit tahun depan berpotensi turun dari 1,7% menjadi 1,5% jika dana optimalisasi tambahan belanja dalam bentuk rupiah murni sebesar Rp8,7 triliun jadi digunakan untuk menutup defisit.
Meneg PPN/Kepala Bappenas Paskah Suzetta menilai anggaran belanja negara untuk tahun depan sudah mencukupi. Karenanya, lebih baik dana optimalisasi yang ditambahkan untuk belanja negara dalam bentuk rupiah murni dialihkan ke dalam perhitungan defisit.
"Mudah-mudahan tercapai sehingga defisitnya bisa kurang jadi 1,5%, tapi DPR nya setuju gak? Jangan untuk belanja lagi karena kayaknya dah cukup deh," jelas dia seusai rapat koordinasi dengan Menteri Keuangan dan Menteri ESDM, hari ini.
Sebelumnya, Panitia Anggaran DPR melakukan penyisiran untuk mengoptimalkan pendapatan dan penghematan belanja negara tahun depan dan didapatkan hasil optimalisasi sebesar Rp25,7 triliun.
Angka tersebut didapatkan dari penerimaan perpajakan sebesar Rp5,57 triliun, cukai Rp2 triliun, dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) kementerian/lembaga sebesar Rp7,02 triliun. Sementara, pemerintah yang diwakili oleh Menkeu Sri Mulyani Indrawati meminta penggunaan dana optimalisasi tersebut yang salah satunya untuk menambah belanja rupiah murni sebesar Rp8,7 triliun dialihkan sebagai pengurang defisit 2009 yang dipatok sebesar 1,7% dari PDB atau Rp 91,77 triliun.
"Seperti halnya usul pak Paskah [(Menneg PPN/ Kepala Bappenas] agar Rp8,7 triliun itu tidak untuk belanja, tapi dimasukkan dalam defisit," tutur dia. (tw)
bisnis.com
Berita Lain
- Ditjen pajak tidak akan perpanjang sunset policy
- Upah di DKI tetap akan dinaikkan 10%
- Ekonomi Jatim diprediksi merosot
- 81 Pengusaha Belgia jajaki bisnis di Indonesia
- Biaya fiskal naik tahun depan
Komentar
#1 - SALAH KAPRAH
KENAPA KITA BANGGA DENGAN MENURUNNYA DEFISIT. PADAHAL, BELANJA PEMERINTAH MENINGKAT, MAKA SEKTOR SWASTA AKAN MENINGKAT JUGA (EFEK STIMULUS APBN). KUNCINYA BUKAN DI TURUNNYA DEFISIT, TAPI BAGAIMANA MENGOPTIMALKAN DEFISIT UNTUK MENINGKATNYA PERTUMBUHAN EKONOMI SECARA KESELURUHAN (AGREGATE).
NDUL-NDUL - JAKARTA @ 05/10/2008 - 21:19 WIB dari 124.195.115.45 (124.195.115.45)