Bisnis Indonesia Online » Keuangan » Ekonomi Makro


Minggu, 05/10/2008 18:08 WIB

Pemerintah siapkan insentif dorong ekspor

oleh : Antara

JAKARTA: Pemerintah siapkan insentif khusus untuk mendorong kinerja ekspor yang diperkirakan menurun akibat melemahnya perekonomian global menyusul krisis finansial di AS serta menurunnya harga komoditas dunia.

"Usulan mengenai insentif untuk ekspor akan kita tindaklanjuti bersama dengan Menteri Perindustrian. Jadwal rapatnya sudah direncanakan dalam minggu ini untul mencari insentif khusus yang bisa mendorong ekspor," kata Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu usai rapat koordinasi menteri-menteri ekonomi dan Bank Indonesia di Gedung Utama Departemen Keuangan Jakarta, Minggu.

Menurut dia, pengaruh krisis keuangan AS pada Indonesia tidak akan langsung menurunkan kinerja ekspor tahun ini dan baru akan terasa tahun depan. Hal itu terjadi karena porsi ekspor Indonesia ke negara tersebut tidak besar yaitu hanya 11,6%.

"Ekspor nonmigas kita ke AS sebesar 13,8% pertumbuhannya saat ini. Pangsa pasar ekspor kita lebih banyak ke pasar Asia," ujarnya.

Meski demikian, lanjut dia, yang perlu diwaspadai adalah "second round efect" dari krisis keuangan AS tersebut yaitu pengaruhnya terhadap perkonomian negara-negara Asia lainnya seperti China, Korsel, Taiwan dan Jepang yang menjadi pasar utama produk ekspor Indonesia.

"Kalau mereka terpengaruh, kita akan terpengaruh juga," katanya.

Pemerintah, lanjut dia, akan memperhitungkan berbagai kebijakan yang dapat menahan penurunan ekspor seminimal mungkin.

Menteri Perindustrian Fahmi Idris mengatakan pemerintah akan meminta masukan dari kalangan pengusaha mengenai bentuk insentif yang diperlukan untuk mendorong kinerja ekspor. Menurut dia, sebelum tahun 2008 berakhir insentif ekspor ditargetkan dapat diberlakukan.

"Sedang dikaji untuk insentif ekspor bentuknya bagaimana, tahun ini implementasinya bisa," ujarnya.

Sementara itu, lanjut Fahmi, pemerintah segera menerbitkan revisi Peraturan Pemerintah No 1/2007 tentang Insentif Pajak untuk Sektor Usaha Tertentu dan di Daerah Tertentu.

"Ada banyak sektor yang ditambahkan dalam daftar yang menerima insentif itu, seperti perikanan, perkebunan, dana banyak lainnya," tuturnya. (lt)

bisnis.com

 

Berita Lain

  • BI: Devisa RI 2009 bertahan di US$51 miliar
  • BI Rate turun 50 basis poin ke 8,75%
  • Pencantuman NPWP tunggu SK Gubernur DKI
  • Dana cadangan risiko fiskal migas Rp5 triliun

Komentar

Beri Komentar