Bisnis Indonesia Online » Keuangan » Ekonomi Makro
Senin, 06/10/2008 12:46 WIB
Porsi pembiyaan melalui SUN akan dikurangi
oleh : Achmad Aris
JAKARTA (bisnis.com): Pemerintah berencana mengurangi porsi pembiayaan melalui penerbitan Surat Utang Negara (SUN) dan menggantinya dengan pembiayaan yang berasal dari non-SUN.
Kepala Badan Kebijakan Fiskal Depkeu Anggito Abimanyu mengatakan dalam dua hari ini pemerintah akan menentukan berapa porsi perimbangan dari rencana tersebut.
"Ada beberapa financing 2008 yang tidak diperlukan bisa kita tarik ke 2009, atau inisiatif pembiayaan lain di luar SUN," katanya di sela-sela acara Halal Bi Halal di Gedung Depkeu Jakarta hari ini.
Terkait antisipasi dampak krisis keuangan di Amerika Serikat, dia menuturkan pemerintah tidak akan mengorbankan program-program prioritas seperti pengentasan kemiskinan, penciptaan lapangan kerja, dan pembiayaan proyek infrastruktur.
"Kami minta supaya ada fleksibilitas dalam relokasi agar tidak mengorbankan program-program prioritas," jelasnya.
Sementara untuk rencana perpanjangan program Bantuan Langsung Tunai (BLT), dia mengungkapkan pemerintah akan mencoba merancang ulang tanpa mengubah besarannya.
"Kami akan re-arrange dan adjusment tanpa mengubah besaran total dan nanti akan dikonsultasikan dengan DPR, pemerintah harus punya strategi dulu. Hari ini kami rapim dan bahas di kabinet untuk menyesuaikan dengan kondisi mutakhir, sehingga penerintah paling tidak punya konsep dulu."
Menurutnya, pemerintah telah menyiapkan beberapa skenario yang akan ditawarkan, namun Anggito enggan untuk menyebutkannya. (tw)
bisnis.com
Berita Lain
- Ditjen pajak tidak akan perpanjang sunset policy
- Upah di DKI tetap akan dinaikkan 10%
- Ekonomi Jatim diprediksi merosot
- 81 Pengusaha Belgia jajaki bisnis di Indonesia
- Biaya fiskal naik tahun depan