Bisnis Indonesia Online » Keuangan » Ekonomi Makro


Senin, 06/10/2008 18:53 WIB

Presiden beri 10 arahan terkait krisis AS

oleh : Tri D. Pamenan & Ratna Ariyanti


JAKARTA (bisnis.com): Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengeluarkan 10 arahan untuk mengantisipasi dampak dari krisis keuangan di Amerika serikat.

Arahan pertama, Presiden meminta semua pihak tetap optimistis, bersatu dan bersinergi untuk memelihara momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam mengatasi dampak dari krisis di AS.

"Semua pihak yang terkait diminta untuk tetap bekerja secara optimal untuk mempertahankan pertumbuhan ekonomi 6% [arahan kedua]," ujarnya dalam rapat peripurna khusus yang diikuti jajaran menteri, lembaga pemerintahan, jajaran direksi BUMN, dunia usaha, gubernur BI, perbanakan, pengamat ekonomi dan sejumlah pimpinan media massa hari ini.

Presiden berharap posisi likuiditas dalam negeri tidak kering. Indonesia diharapkan juga berupaya mengejar investasi dari negara Timur Teengah yang umumnya negara petrodolar.

Terkait dengan hal itu, Menkeu akan segera mengeluarkan aturan insentif khusus agar ekspor produk Indonesia lebih kompetitif. Pemerintah akan memanfaatkan secara penuh perekonomian domestik untuk mengatasi lesunya permintaan ekspor.

Pada arahan ketiga, Presiden meminta APBN 2009 dioptimalkan untuk menjaga target pertumbuhan ekonomi dan jaringan pengamanan sosial. Guna mengantisipasi krisis ekonomi global, alokasi penanggulan kemiskinan harus mencukupi.

Terhadap APBN 2009, akan dilakukan efisiensi. Dana pos belanja yang dianggap belum mendesak akan ditunda. Dia berhaarap dunia usaha akan tetap bergerak meski kegiatan mereka terkena imbas dari krisis global.

Pada arahan keempat, Presiden mempersilakan bank sentral dan sektor perbankan untuk menerapkan kebijakan tersendiri agar kredit ke dunia usaha untuk sektor riil tetap terjaga. Pemerintah wajib mengeluarkan kebijakan dan menjaga iklim usaha tetap kondusif. "Dunia usaha juga wajib tetap mencari peluang baru dan berbagi kewajiban dalam menghadapi ancaman krisis."

Karena itu pada arahan kelima, dia berharap semua pihak cerdas dalam menangkap peluang pasar dan investasi dari negara-negara lain yang perekonomiannya sedang meningkat dan tidak terkena dampak ekonomi AS.

Arahan keenam, Kepala Negara meminta semua pihak serius dalam menjalankan kebijakan penggunaan produk dalam negeri. Untuk itu disiapkan mekanisme insentif dan disinsetif bagi penerapan kebijakan itu. Optimalisasi pengggunan produk dalam negeri akan meningkatkan produktivitas nasional sekaligus menekan beban pembiayaan luar negeri.

Pada arahan ketujuh, dia meminta kerja antara pemerintah, perbankan dan dunia usaha diperkuat. Dengan demikian tingkat kepercayaan antarpihak terkait tetap terjaga. Pada arahan 8, presiden meminta sikap yang bersifat ego sektoral dihilangkan.

Pada arahan kesembilan, presiden mengatakan dapat memahami 2008-2009 merupakan tahun politik. Namun dia meminta agar pengaruh politik diarahkan untuk menjamin kepentingan rakyat dan negara, bukan perorangan atau kelompok.

Pada arahan kesepuluhh, presiden meminta semua pihak, terutama jajaran pemerintah dan dunia usaha, untuk membangun komunikasi yang tepat kepada rakyat sehingga situasi dapat tetap kondusif. (tw)

bisnis.com

 

Berita Lain

  • Usia pensiun Dirjen Pajak diperpanjang 1 tahun
  • Kering likuiditas, bank domestik sulit diharapkan
  • Sri Mulyani: IMF harus direformasi
  • Model IMF dan Bank Dunia tak lagi relevan

Komentar

#1 - 10 arahan presiden

tumben boss kita kali ini gesit biasanya ntar2an

ahmad banani - jakarta/indonesia @ 07/10/2008 - 10:27 WIB dari 114.58.63.20 (114.58.63.20)

Beri Komentar