Bisnis Indonesia Online » Keuangan » Ekonomi Makro


Selasa, 07/10/2008 21:40 WIB

Pemerintah & Kadin bentuk tim hadapi krisis

oleh : Ratna Ariyanti

JAKARTA: Pemerintah akan bersinergi dengan Kadin dalam sebuah tim khusus yang akan menjalankan serangkaian program guna mengantisipasi dampak dari krisis keuangan global.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Kadin M. S. Hidayat seusai melakukan pertemuan dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di kantor kepresidenan tadi sore.

Hidayat menambahkan pertemuan yang inisiatifnya datang dari Kadin tersebut merupakan pertemuan lanjutan dari rapat paripurna khusus yang dihadiri seluruh jajaran menteri Kabinet Indonesia Bersatu, Gubernur BI, kalangan perbankan, Kadin, pemerhati ekonomi, dan sejumlah pimpinan media massa pada Senin (6 Oktober).

"Kemarin kan forumnya terlalu besar, jadi diperlukan bicara lebih intensif untuk dalami," tutur Hidayat.

Pada kesempatan itu Presiden Yudhoyono didampingi oleh Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu, Menteri Perindustrian Fahmi Idris, Menteri Tenaga Kerja Erman Suparno, dan Menteri Kebudayaan & Pariwisata Jero Wacik.

Hadir pula pada pertemuan ini sejumlah pengusaha, seperti Tommy Winata dari Kelompok usaha Artha Graha dan James T. Riyadi, pemilik Grup Lippo. Dari kalangan perbankan tampak Direktur Utama Bank Mandiri Agus Martowardojo.
Hidayat menambahkan Presiden akan menunjuk menteri-menteri terkait untuk menangani berbagai bidang. Kadin kemudian akan mendukung kerja para menteri dengan memberikan informasi yang dibutuhkan dari para pengusaha yang bergerak di sektor-sektor tersebut.

Keberhasilan pertumbuhan sektor riil, ujarnya, dapat terjadi jika prioritas pemerintah dalam kebijakan ekonomi makro sejalan dengan kebutuhan dunia usaha.

Peningkatan kinerja guna menjaga masuknya arus modal dan dukungan dari perbankan terhadap sejumlah produk-produk andalan untuk kebutuhan domestik dan ekspor di tengah pengetatan likuiditas juga menjadi langkah yang harus dilakukan guna membentengi perekonomian nasional.

Pertemuan lanjutan, tutur Hidayat, akan dilakukan secara berkesinambungan. "Ini nanti terus seperti ini. Pokoknya tidak ada waktu jeda, setiap hari, setiap minggu harus ada follow up ini sampai bisa dilaksanakan," tegasnya.

Pada rapat paripurna khusus, Kadin telah mengajukan sejumlah rekomendasi di bidang moneter, sektor riil, dan upaya penguatan ketahanan ekonomi domestik. Rekomendasi tersebut diantaranya adalah relaksasi kebijakan uang ketat melalui perubahan kebijakan terkait likuiditas, seperti penurunan tingkat giro wajib minimum yang dikaitkan dengan LDR, perluasan repo SUN untuk jangka waktu yang lebih panjang, percepatan pembelanjaan APBN agar mengembalikan likuiditas di sektor keuangan yang sebelumnya ditarik melalui SUN, penguatan protokol implementasi financial safety net, dan peningkatan jumlah dana yang ditanggung oleh Lembaga Penjamin Simpanan.




bisnis.com

 

Berita Lain

  • Usia pensiun Dirjen Pajak diperpanjang 1 tahun
  • Kering likuiditas, bank domestik sulit diharapkan
  • Sri Mulyani: IMF harus direformasi
  • Model IMF dan Bank Dunia tak lagi relevan

Komentar

Beri Komentar