Bisnis Indonesia Online » Keuangan » Ekonomi Makro
Rabu, 08/10/2008 07:31 WIB
Kadin buat program antisipasi dampak krisis AS
oleh : Ratna Ariyanti
JAKARTA: Pemerintah akan bersinergi dengan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) dalam sebuah tim khusus yang akan bekerja menjalankan serangkaian program guna mengantisipasi dampak dari krisis keuangan global.
Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Kadin M. S. Hidayat seusai melakukan pertemuan dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di kantor kepresidenan, kemarin petang.
Hidayat menambahkan pertemuan yang inisiatifnya datang dari Kadin tersebut merupakan pertemuan lanjutan dari rapat paripurna khusus yang dihadiri seluruh jajaran menteri Kabinet Indonesia Bersatu, Gubernur BI, kalangan perbankan, Kadin, pemerhati ekonomi, dan sejumlah pimpinan media massa pada Senin.
"Kemarin kan forumnya terlalu besar, jadi diperlukan bicara lebih intensif untuk didalami," tutur Hidayat.
Pada kesempatan itu Presiden Yudhoyono didampingi oleh Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu, Menteri Perindustrian Fahmi Idris, Menteri Tenaga Kerja Erman Suparno, dan Menteri Kebudayaan & Pariwisata Jero Wacik.
Hadir pula pada pertemuan ini sejumlah pengusaha, seperti Tommy Winata dari Kelompok usaha Artha Graha dan James T. Riyadi, pemilik Grup Lippo. Dari kalangan perbankan tampak Direktur Utama Bank Mandiri Agus Martowardojo.
Hidayat menambahkan Presiden akan menunjuk menteri-menteri terkait untuk menangani berbagai bidang. Kadin kemudian akan mendukung kerja para menteri dengan memberikan informasi yang dibutuhkan dari para pengusaha yang bergerak di sektor-sektor tersebut.
Keberhasilan pertumbuhan sektor riil, ujarnya, dapat terjadi jika prioritas pemerintah dalam kebijakan ekonomi makro sejalan dengan kebutuhan dunia usaha.
Peningkatan kinerja guna menjaga masuknya arus modal dan dukungan dari perbankan terhadap sejumlah produk-produk andalan untuk kebutuhan domestik dan ekspor di tengah pengetatan likuiditas juga menjadi langkah yang harus dilakukan guna membentengi perekonomian nasional.
Pertemuan lanjutan, tutur Hidayat, akan dilakukan secara berkesinambungan. "Ini nanti terus seperti ini. Pokoknya tidak ada waktu jeda, setiap hari, setiap minggu harus ada follow up ini sampai bisa dilaksanakan," tegasnya.
Pada rapat paripurna khusus, Kadin telah mengajukan sejumlah rekomendasi di bidang moneter, sektor riil, dan upaya penguatan ketahanan ekonomi domestik.
Rekomendasi tersebut di antaranya adalah relaksasi kebijakan uang ketat melalui perubahan kebijakan terkait likuiditas, seperti penurunan tingkat giro wajib minimum yang dikaitkan dengan LDR, perluasan repo SUN untuk jangka waktu yang lebih panjang. Selain itu, rekomendasinya adalah percepatan pembelanjaan APBN agar mengembalikan likuiditas di sektor keuangan yang sebelumnya ditarik melalui SUN, penguatan protokol implementasi financial safety net, dan peningkatan jumlah dana yang ditanggung oleh Lembaga Penjamin Simpanan. (ln)
bisnis.com
Berita Lain
- Kebijakan baru soal CPO segera dirilis
- Furnitur diusulkan dapat insentif fiskal
- Rumah Ditjen Pajak akan ditertibkan
- Dephut tunda usulan tarif reboisasi
- Dephut dapat alokasi DIPA Rp2,6 triliun
Komentar
#1 - dampak krisis global terhadap LKM
terima kasih kepada petiggi KADIN, kami meminta saran sehubungan lembaga yang saya pinpin bergerak dibidang Koperasi yang saat ini memiliki kekayaan 95 miliar. umumnya anggota koperasi tergantung pada tanaman Karet dan sebagai petani karet tradional. dengan turunnya harga karet dari rp. 9.000 per kg menjadi rp. 3.500 per kg sampai minggu kedu Oktober kami menjadi bingung. Memang lembaga kami adalah yang dingun dari anggota untuk anggota, tetapi mengungat pinjaman yang kami berikan mencapai 95% dari simpanan saat ini tunggakan menjadi tinggi samapi diatas 20% akibat harga karet dan coklat turun sangat tajam. mohon pendapat Petingg KADIN terhadap masyarakat miskin khusunya petani di pedesaan.
urupan turnip - nias/indonesia @ 15/10/2008 - 09:16 WIB dari 61.94.171.5 (61.94.171.5)