Bisnis Indonesia Online » Keuangan » Ekonomi Makro
Rabu, 19/11/2008 19:51 WIB
RI tak akan lagi andalkan IMF
oleh : Agust Supriadi
JAKARTA (bisnis.com): Pemerintah tidak akan lagi mengandalkan IMF sebagai sumber pembiayaan mengingat skema yang ditawarkan tidak lagi relevan untuk menyelesaikan permasalahan neraca pembayaran.
Menneg PPN/ Kepala Bappenas Paskah Suzetta meyakini krisis finansial global untuk sementara tidak akan mengganggu neraca pembayaran Indonesia.
Karenanya, pemerintah tidak memerlukan campur tangan atau bantuan IMF. "Krisis ini tidak akan ganggu neraca pembayaran untuk sementara, jadi kita tidak perlu IMF," jelas dia seusai pelantikan pejabat eselon II Bappenas hari ini.
Dalam pertemuan G20, disepakati bahwa negara-negara berkembang yang memiliki reputasi bagus dapat memperoleh tambahan likuiditas untuk memperkuat cadangan devisa.
Salah satu sumber likuiditas tersebut adalah dari IMF. Kendati demikian, jelas dia, pemerintah tetap akan mencari pinjaman bilateral dan multilateral yang akan dipergunakan sebagai pinjaman siaga (stanby loan) untuk menjaga fiskal. "Perkiraan kami, jumlahnya akan sebesar US$5 miliar pada 2009." (tw)
bisnis.com
Berita Lain
- Kebijakan baru soal CPO segera dirilis
- Furnitur diusulkan dapat insentif fiskal
- Rumah Ditjen Pajak akan ditertibkan
- Dephut tunda usulan tarif reboisasi
- Dephut dapat alokasi DIPA Rp2,6 triliun