Bisnis Indonesia Online » Keuangan » Ekonomi Makro
Kamis, 20/11/2008 18:52 WIB
Bappenas: Jumlah pinjaman siaga akan berubah
oleh : Dewi Astuti
JAKARTA (Bisnis.com): Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) mengungkapkan jumlah pinjaman siaga (standby loan) yang dibutuhkan dan akan ditarik pemerintah akan berubah dari rencana semula yang US$5 miliar.
Deputi Bidang Pembiayaan Pembangunan Bappenas Lukita Dinarsyah Tuwo mengatakan jumlah standby loan akan tergantung pada hasil lobi tim dari Departemen Keuangan dan Bappenas yang saat ini masih melakukan roadshow pengajuan proposal dan negosiasi.
Roadshow masih dilakukan secara bilateral ke sejumlah negara seperti Jepang, China, dan negara-negara Eropa yang memiliki stok dana besar. Pada saat yang sama, negosiasi dengan lembaga multilateral juga masih berlanjut.
"US$5 miliar itu kan yang dibicarakan di awal. Itu belum fixed jumlahnya. Ini [tim Depkeu dan Bappenas] bergerak semuanya nih. Hasil yang dibutuhkan nantinya bisa lebih dan bisa kurang dari itu,” katanya, hari ini.
Menurut dia, Depkeu dan Bappenas baru dapat memberikan kepastian jumlah standby loan ketika semua tim negosiasi melakukan rapat koordinasi yang direncanakan digelar dalam waktu dekat.
Standby loan merupakan pinjaman siaga yang akan ditarik pemerintah bila pertumbuhan ekonomi 2009 mengarah pada kisaran 5%-5,5%. Pengajuan pinjaman juga telah disetujui oleh DPR berdasarkan UU APBN 2009.
Pada pasal 23-nya, pinjaman itu dapat ditarik pada saat pemerintah tidak dapat menerbitkan surat utang negara (SUN). Jumlah standby loan yang akan ditarik semula bernilai US$5 miliar yang bersumber dari a.l. Bank Dunia, Bank Pembangunan Islam (IDB), Bank Pembangunan Asia (ADB), dan Japan Bank for International Corporation (JBIC).(amu)
bisnis.com
Berita Lain
- Kebijakan baru soal CPO segera dirilis
- Furnitur diusulkan dapat insentif fiskal
- Rumah Ditjen Pajak akan ditertibkan
- Dephut tunda usulan tarif reboisasi
- Dephut dapat alokasi DIPA Rp2,6 triliun