Bisnis Indonesia Online » Keuangan » Ekonomi Makro
Kamis, 20/11/2008 19:26 WIB
Defisit APBN-P diprediksi turun jadi 1,1%
oleh : Agust Supriadi & Achmad Aris
JAKARTA (bisnis.com): Pemerintah memproyeksikan defisit APBN-P 2008 hingga akhir tahun menyusut jadi 1,1% terhadap PDB atau Rp49,32 triliun karena anggaran diperkirakan tidak akan terserap habis.
Anggito Abimanyu, Kepala Badan Kebijakan Fiskal Depkeu, mengatakan optimisme itu mengacu pada perkiraan adanya surplus anggaran 2008 mengingat anggaran belanja negara hanya akan terserap 90% atau sebesar Rp890,55 triliun.
"Jadi proyeksi defisit akhir tahun 1,1%. Kita harapkan hingga akhir 2008 kita bisa peroleh gambaran APBN yang sehat," jelas dia seusai rapat pimpinan Depkeu dan Kemenko Perekonomian hari ini.
Dengan demikian terjadi penyusutan defisit Rp45,2 triliun dari target awal dalam APBN-P 2008 2,1% atau senilai Rp94,5 triliun. Sebelumnya, pada akhir semester I/2008 pemerintah dan dan DPR sepakat merevisi target defisit menjadi 1,9%. Kemudian, defisit kembali diprediksi turun menjadi 1,3% pada Oktober.
Anggito mengungkapkan sejauh ini keseluruhan belanja negara sudah terserap 78% dari pagu APBN-P 2008 atau senilai Rp771,81 triliun. Sedangkan untuk belanja kementerian dan lembaga (K//L) baru terserap Rp197,2 triliun atau 68% dari pagu APBN-P 2008 senilai Rp290 triliun karena sebagian masih tertahan di satuan kerja.
"Yang penting belanja modal, belanja barang, belanja sosial itu bisa mencapai 90%. Itu sudah sangat bagus."
Secara umum, lanjut dia, prognosa belanja negara lebih bagus dibandingkan realisasi tahun-tahun sebelumnya. Untuk tahun anggaran 2008 diperkirakan ada sisa lebih penggunaan anggaran (Silpa) yang akan dialihkan penggunaannya untuk tahun depan. (tw)
bisnis.com
Berita Lain
- Kebijakan baru soal CPO segera dirilis
- Furnitur diusulkan dapat insentif fiskal
- Rumah Ditjen Pajak akan ditertibkan
- Dephut tunda usulan tarif reboisasi
- Dephut dapat alokasi DIPA Rp2,6 triliun