Bisnis Indonesia Online » Keuangan » Ekonomi Makro
Jumat, 21/11/2008 16:12 WIB
Ekonomi Jatim diprediksi merosot
oleh : Dwi Wahyuni
SURABAYA (bisnis.com): Pertumbuhan ekonomi Jatim pada 2008 dikhawatirkan merosot karena pada triwulan III hanya mencapai 6,04% karena mulai melambatnya sejumlah sektor manufaktur.
Data dari BPS Jatim menyebutkan pertumbuhan ekonomi Jatim pada kuartal III 2008 yang hanya mencatat 6,04% itu lebih rendah dibanding pertumbuhan ekonomi secara nasional yang tembus 6,31%. Kontribusi terbesar justru berasal dari sektor konsumsi.
Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Jatim Adi Nugroho dalam siaran persnya mengatakan sektor konsumsi menyumbang 63,9%. Sementara sektor riil khususnya industri manufaktur justru melambat.
"Jika kondisi seperti itu terus berlangsung, pertumbuhan ekonomi Jatim pada akhir tahun akan rawan terjadi penurunan dibanding 2007, apalagi perbankan masih lebih banyak mengucurkan kredit untuk sector konsumsi ketimbang membiayai pengembangan industri manufaktur," papar Adi.
Dia menjelaskan pertumbuhan ekonomi Jatim pada triwulan III ini memang masih di atas 6%. Namun dampak krisis finansial global baru mulai terasa pada Oktober sehingga performanya akan terlihat pada triwulan IV mendatang.
Di tempat terpisah, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jatim Cipto Budiono mengatakan dampak krisis keuangan di Amerika Serikat mulai dirasakan oleh sektor usaha di Jatim, kendati masih relatif kecil.
Dia mencontohkan industri Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) yang sudah banyak mengurangi produksi. Begitu juga beberapa sektor lainnya. Umumnya penurunan produksi teresebut bukan karena kesulitan pasar tetapi lebih pada adanya hambatan bahan baku. Pasalnya sebagian besar bahan baku indutri manufaktur di Jatim itu adalah produk impor. (tw)
bisnis.com
Berita Lain
- Kebijakan baru soal CPO segera dirilis
- Furnitur diusulkan dapat insentif fiskal
- Rumah Ditjen Pajak akan ditertibkan
- Dephut tunda usulan tarif reboisasi
- Dephut dapat alokasi DIPA Rp2,6 triliun