JAKARTA (bisnis.com): Pemerintah akan cairkan anggaran di atas Rp100 triliun untuk mempercepat belanja negara dan melonggarkan likuiditas dalam negeri.
"Saya punya uang Rp120 triliun di Bank Indonesia. Saya harus spend one month untuk bayar Dipa [Daftar isian pelaksana anggaran], maka dalam satu kali 30 hari ke depan pemerintah akan terus cairkan, bahkan lebih dari Rp100 triliun," jelas Menkeu Sri Mulyani Indrawati pada acara Investor Summit & Capital Market Expo 2008 hari ini.
Dia menjelaskan langkah tersebut dilakukan untuk menambah likuiditas dalam negeri sehingga diharapkan dapat mengamankan sektor keuangan. Namun anggaran tersebut tidak digunakan untuk membeli valuta asing.
"Harusnya likudiitas bisa berputar, jadi jangan dipakai membeli dolar yang bikin runyam karena likuiidtas untuk aktivitas ekonomi bukan spekulasi."
Sebelumnya dia mengatakan pemerintah segera meraup US$1 miliar guna menutup defisit 1% dari pendapatan domestik bruto pada tahun depan senilai Rp54 triliun.
Menurut dia, guna memenuhi kebutuhan tersebut pemerintah akan memperoleh pinjaman bilateral dan multilateral dari Prancis, Jepang dan Australia. Selain itu, pinjaman dari Asian Development Bank (ADB), Bank Dunia dan Islamic Bank. (tw)