Bisnis Indonesia Online » Keuangan » Ekonomi Makro
Rabu, 03/12/2008 12:46 WIB
Miranda: Inflasi diprediksi di kisaran 11%
oleh : Fajar Sidik
JAKARTA (bisnis.com): Deputi Senior Gubernur Bank Indonesia Miranda Swaray Goeltom menyatakan tingkat inflasi akhir tahun ini diperkirakan berada di kisaran 11%, lebih rendah dari perkiraan semula sekitar 12%.
Menurut dia, penurunan inflasi itu menjadi sinyal kemungkinan diturunkannya BI Rate. Inflasi secara tahunan pada 2008 ini diperkirakan masih terbilang rendah menyusul terjadinya penurunan di sektor komoditas dan harga BBM dan penurunan belanja.
"Kita melihat mulai November beberapa harga komoditas turun, harga minyak turun dan beberapa belanja yang tidak perlu juga turun sehingga akan mempengaruhi tingkat inflasi," ujarnya di Jakarta hari ini.
Miranda mengatakan penurunan inflasi itu bisa menjadi peluang bagi penyesuaian BI Rate untuk turun. Namun dia tidak mengatakan kapan suku bunga acuan bank sentral akan mulai dilonggarkan.
Dia menjelaskan beberapa bulan lalu sejumlah bank sentral di negara lain yang turunkan suku bunga karena inflasi negaranya yang juga rendah. Namun, katanya, untuk Indonesia baru terlihat November inflasi mulai turun.
bisnis.com
Berita Lain
- Kebijakan baru soal CPO segera dirilis
- Furnitur diusulkan dapat insentif fiskal
- Rumah Ditjen Pajak akan ditertibkan
- Dephut tunda usulan tarif reboisasi
- Dephut dapat alokasi DIPA Rp2,6 triliun