Bisnis Indonesia Online » Keuangan » Ekonomi Makro


Kamis, 04/12/2008 18:42 WIB

Penurunan BI Rate tak pengaruhi rupiah

oleh : M. Yunan Hilmi

JAKARTA (Bisnis.com): Ekonom menilai penurunan BI Rate tidak akan berdampak pada depresiasi rupiah dan capital outflow karena tren global saat ini memang sedang terjadi apresiasi dolar AS.

Ekonom Senior BNI Ryan Kiryanto menilai penurunan BI Rate oleh bank sentral sudah diprediksikan sebelumnya. Hal ini, lanjutnya, mengacu pada potensi inflasi yang kian mengendur karena dampak inflatoir hingga akhir tahun ini sampai dengan pertengahan 2009 melemah. "Keputusan BI itu sudah tepat. Memang penurunan ini belum serta merta akan menurunkan suku bunga perbankan dalam jangka pendek [1-2 bulan ke depan], tetapi signal positif sudah jelas bahwa ke depan BI Rate masih punya ruang penurunan lebih lanjut," jelasnya, hari ini.

Bank Indonesia menurunkan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 9,25% dalam rapat dewan gubernur siang tadi. Penurunan itu merupakan yang pertama dalam dua bulan terakhir setelah bank sentral mempertahankan level 9,5%.

Ryan menambahkan yang penting  signal positif itu cepat atau lambat akan direspons Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dengan menurunkan LPS Rate minimal sama dengan level BI Rate. "Selanjutnya, bank-bank akan menyesuaikan suku bunga ke bawah yang pada gilirannya akan meringankan beban dunia usaha yang sedang dihadapkan pada tekanan hebat seiring krisis keuangan global."

Penurunan BI Rate, tambahnya, juga tidak akan berdampak pada depresiasi rupia dan capital outflow, karena tren global saat ini memang sedang terjadi apresiasi terhadap dolar AS, kecuali untuk yuan dan yen yang cenderung menguat, karena kebutuhan dolar AS di AS sedang tinggi.

"Jika bulan ini dan bulan depan The Fed menurunkan Fed Rate menjadi 0,25% lalu menjadi 0% untuk percepatan ekonomi AS, rupiah akan dapat dijaga tidak semakin melemah, bahkan menguat hingga Rp11.000-Rp11.500 per dolar AS di akhir tahun ini. Intinya, penurunan BI Rate merupakan kabar baik bagi perbankan dan dunia usaha."(yn)

bisnis.com

 

Berita Lain

  • BI: Devisa RI 2009 bertahan di US$51 miliar
  • BI Rate turun 50 basis poin ke 8,75%
  • Pencantuman NPWP tunggu SK Gubernur DKI
  • Dana cadangan risiko fiskal migas Rp5 triliun

Komentar

Beri Komentar