Bisnis Indonesia Online » Keuangan » Ekonomi Makro


Jumat, 05/12/2008 15:49 WIB

Bank Dunia kucurkan Rp24 triliun untuk RI

oleh : Hendri T. Asworo

JAKARTA (Bisnis.com): Bank Dunia dijadwalkan pada minggu ketiga bulan ini akan mengucurkan dana sedikitnya US$2 miliar atau sekitar Rp24 triliun (kurs Rp12.000 per dolar AS) untuk pinjaman program pemerintah.

Gubernur Bank Indonesia Boediono mengatakan alokasi dana pinjaman kredit program itu sebelum dikucurkan pada pembangunan proyek akan masuk ke kas bank sentral, sehingga bakal menambah pundi-pundi cadangan devisa. "Barangkali bisa saya sampaikan dari Bank Dunia bahwa mungkin minggu ketiga bulan ini akan masuk pencairan pinjaman program yang sebenarnya sekitar US$2 miliar lebih," ujarnya di Jakarta, hari ini.

Dia menjelaskan pemerintah bersama bank sentral juga tengah mencari pinjaman bilateral ke sejumlah negara, seperti dengan bank sentral AS, Federal Reserve. Namun, menurut dia, saat ini belum ada perkembangan terkait dengan rencana tersebut. "Belum ada yang bisa saya laporkan."

Saat ditanya berapa besar pengajuan pinjaman bilateral yang akan digunakan stand by loan dengan The Fed, Boediono masih enggan menjawab. "Saya hanya mendampingi Ibu Menko [Menko Perekonomian Sri Mulyani] waktu itu. Jadi saya tidak ada komentar apa-apa," jelasnya.

Bank Indonesia mendapatkan komitmen tambahan melalui bilateral swap arrangement bersama dengan negara Asean plus tiga-China, Jepang dan Korea Selatan-sebesar US$12 miliar. Dana itu, digunakan untuk menambah cadangan likuiditas apabila negara anggota terkena krisis keuangan.

Di samping itu, melalui multilateral swap arrangement, melalui Asean plus tiga juga menyediakan stand by loan sebesar US$80 miliar yang digunakan untuk kepentingan anggaran negara apabila menghadapi krisis ekonomi.(yn)

bisnis.com

 

Berita Lain

  • BI: Devisa RI 2009 bertahan di US$51 miliar
  • BI Rate turun 50 basis poin ke 8,75%
  • Pencantuman NPWP tunggu SK Gubernur DKI
  • Dana cadangan risiko fiskal migas Rp5 triliun

Komentar

Beri Komentar