Bisnis Indonesia Online » Keuangan » Ekonomi Makro
Jumat, 05/12/2008 15:56 WIB
Utang dinaikkan untuk proyek infrastruktur
oleh : John Andhi Oktaveri
JAKARTA: Pemerintah akan meningkatkan porsi utang luar negeri untuk membiayai proyek-proyek infrastruktur akibat seretnya likuiditas sehingga defisit anggaran 2009 akan membengkak dari tahun ini yang mencapai 1,2%.
Wapres Jusuf Kalla mengatakan bahwa undang-undang membolehkan defisit anggaran hingga 3% sehingga tidak masalah dengan peningkatanm defisit tersebut.
Pendanaan proyek infrastruktur, ujar Kalla, bisa dibiayai dari dana pinjaman bilateral atau multilateral. Pinjaman bilateral atau multilateral dinilai lebih menguntungkan dibanding harus menerbitkan Surat Utang Negara (SUN) yang bunganya akan jauh lebih tinggi.
“Kita bisa berutang karena negara maju seperti Jepang juga siapkan dana untuk membantu negara lain berkembang juga. Kalau tidak mereka juga akan kolaps karena produk mereka juga tidak akan terserap,” tutur Kalla pada konferensi pers seusai salat Jumat hari ini.
Pada bagian lain Wapres menegaskan untuk mengurangi dampak krisis keuangan global, langkah yang harus dilakukan adalah meningkatkan daya beli masyarakat karena dari sisi produksi tidak mengalami masalah.
Sedangkan cara terbaik untuk memacu daya beli adalah dengan mengulirkan proyek infrastruktur yang juga akan berdampak pada peningkatan nilai tambah pada percepatan pertumbuhan di masa mendatang, katanya. (ln)
bisnis.com
Berita Lain
- Kebijakan baru soal CPO segera dirilis
- Furnitur diusulkan dapat insentif fiskal
- Rumah Ditjen Pajak akan ditertibkan
- Dephut tunda usulan tarif reboisasi
- Dephut dapat alokasi DIPA Rp2,6 triliun