Bisnis Indonesia Online » Keuangan » Ekonomi Makro


Jumat, 05/12/2008 19:31 WIB

Antisipasi krisis, pemerintah genjot proyek infrastruktur

oleh : Ratna Ariyanti & Tri Dirgantara

JAKARTA (Bisnis.com): Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan pemerintah akan menggenjot realisasi proyek-proyek pembangunan yang dapat menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar sebagai bagian dari upaya menjaga sektor riil tetap bergerak.
"Yang pemerintah tempuh adalah melakukan ekspansi fiskal di APBN dan APBD, termasuk merealisasikan proyek pembangunan infrastruktur, baik yang sudah direncanakan pada 2009 maupun proyek baru yang sedang dipersiapkan sehingga akan lebih banyak lagi tenaga kerja yang terserap," ujarnya seusai memimpin rapat evaluasi penyaluran KUR di Gedung BRI, sore ini.
Terkait dengan itu, Presiden mengatakan telah mengajak kalangan dunia usaha untuk ikut serta dalam mengembangkan proyek-proyek dan usaha ekonomi yang dapat menampung tenaga kerja baru.
Presiden mengakui ekspor produk Indonesia, termasuk ke pasar-pasar baru mengalami penyusutan akibat resesi ekonomi global. Tentu saja hal itu berakibat pada sektor riil di dalam negeri yang jika tidak segera dicarikan jalan keluarnya akan mengakibatkan terjadinya PHK baru.
Pemerintah berharap sektor riil dapat dijaga meski diakuinya pengaruh dari resesi ekonomi global juga tidak dapat dielakkan.
Disebutkannya berbagai studi memprediksi angka pengangguran di seluruh dunia akan meningkat tajam, bahkan bisa mencapai 20 juta pekerja. Pukulan krisis global tersebut diakuinya juga ikut memukul Indonesia dalam skala tertentu.
Untuk menjaga agar aktivitas perekonomian tetap bergerak, Presiden menghimbau kalangan masyarakat yang masih mempunyai daya beli untuk tetap mengkonsumsi barang dan jasa produksi dalam negeri.
Jika hal itu dapat diimplementasikan, sektor riil diharapkan dapat terselamatkan karena terjadi pergerakan ekonomi.(api)

bisnis.com

 

Berita Lain

  • BI: Devisa RI 2009 bertahan di US$51 miliar
  • BI Rate turun 50 basis poin ke 8,75%
  • Pencantuman NPWP tunggu SK Gubernur DKI
  • Dana cadangan risiko fiskal migas Rp5 triliun

Komentar

#1 - Jangan asal genjot

Mengamati kebijakan dan program pemerintah saya bertanya pemerintah mengerti ataukah pura2 tid ak mengerti. AKAR masalah Krisis ekonomi yang dihad api bangsa kita saat ini ??? Mengatasi krisis ekonomi saat ini tidak bisa dgn membatasi import, mem batasi Kredit, dgn program PNPM Mandiri, genjot ini ,genjot itu; karena sem ua itu TIDAK mengatasi AKAR masalah yang ada. AKAR masalah krisis ekonomi yang kita hadapi sekarang ini adalah EKON OMI BIAYA TINGGI; Jadi semua Kebijakan dan prog ram yang ada SEHARUS NYA ditujukan utk MENEK AN ekonomi biaya tinggi tersebut; Misalnya dengan menurunkan harga BBM minimal Rp. 1.500,-/liter serta Menurunkan BI rate, menurunkan Tarif TOL, menurunkan tarif listrik, menurunkan Retribusi, membasmi Pungli. Yang seharusnya langkah2 tersebut, segera dilakukan tanpa ragu2 , sebelum kor ban makin banyak berjatuh an.-

Oti Setiawan S. - Jakarta/Indonesia @ 06/12/2008 - 05:55 WIB dari 117.102.92.154 (117.102.92.154)

Beri Komentar