JAKARTA (Bisnis.com): Bank Indonesia (BI) kembali menurunkan suku bunga acuan (BI rate) sebesar 25 basis poin menjadi 6,75%.
Pejabat Gubernur BI Miranda Swaray Goeltom mengatakan keputusan itu diambil setelah mengevaluasi perkembangan situasi ekonomi dan keuangan dalam negeri dan luar negeri.
"Berbagai indikator mutakhir menunjukkan perkembangan ekonomi global ternyata lebih suram dari yang diperkirakan beberapa bulan yang lalu," katanya di gedung Bank Indonesia Jakarta, siang ini.
Dia menyampaikan penurunan BI Rate itu diharapkan bisa memfasilitasi percepatan pemberian kredit tanpa menghilangkan unsur kehati-hatian dalam jangka waktu lebih panjang.
Menurut dia, kondisi perbankan nasional sampai saat ini masih cukup bagus untuk menopang pertumbuhan kredit. Hal itu tercermin dari rasio permodalan di level 17,3% dan rasio NPL perbankan yang tetap pada batas-batas yang aman.
Dia menambahkan kondisi likuiditas perbankan, termasuk aliran likuiditas dalam pasar uang antar bank, mulai mengalami perbaikan dibanding dengan beberapa bulan yang lalu.
Nikmati kemudahan mengakses koran Bisnis Indonesia dalam berbagai format hanya dengan mendaftar menjadi member, GRATIS !
Daftar member »