BI prediksi inflasi tembus batas bawah proyeksi

Jumat, 03/07/2009 15:31:32 WIBOleh: Hendri T. Asworo & Fajar Sidik
JAKARTA (Bisnis.com): Bank Indonesia memprediksi angka inflasi hingga akhir tahun ini bisa menembus batas bawah proyeksi bank sentral sebesar 5%-7% karena ekspektasi tekanan terhadap indikator tersebut terus menurun.

"Inflasi tidak hanya bisa berada di level bawah 5%-7%, tetapi bisa di bawah 5%," kata Gubernur Bank Indonesia (Plt) Miranda S Goeltom di Jakarta, hari ini.

Menurut dia, ada dua alasan angka inflasi bisa berada di bawah 5%. Pertama, indikator inflasi hingga saat ini masih cenderung melandai yang terlihat dari pengumumam inflasi bulanan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada Juni sebesar 0,11% dan inflasi tahun kalender Januari-Juni 0,21%, sedangkan inflasi tahunan Juni (yoy) sebesar 3,65%.

"Ini jauh lebih rendah dibandingkan dengan pola historisnya [inflasi] pada bulan-bulan sebelumnya atau tahun lalu,” jelasnya.

Faktor kedua, sambungnya, bank sentral belum melihat sejumlah indikator yang bisa menimbulkan tekanan terhadap inflasi secara berlebihan. "Tidak ada sumber-sumber inflasi cukup besar karena faktor-faktor musiman seperti masuk tahun ajaran baru, Lebaran, sudah diperhitungkan," ungkapnya.

Dia berharap tekanan inflasi yang cenderung melemah bisa dijadikan momentum pendorong permintaan domestik sehingga membuat persepsi positif bagi pengusaha dalam melakukan ekspansi usaha karena didukung stabilitas harga. Secara tidak langsung, lanjutnya, beberapa indikator itu akan mendorong penyaluran kredit pada semester II/2009.

Miranda menambahkan peningkatan harga komoditas akhir-akhir ini masih dalam batas wajar karena belum memberikan tekanan kepada inflasi di dalam negeri. Namun, sambungnya, justru memberikan keuntungan terutama mendukung surplus transaksi berjalan.(yn)
Nikmati kemudahan mengakses koran Bisnis Indonesia dalam berbagai format hanya dengan mendaftar menjadi member, GRATIS !
Daftar member »
 

Komentar

Hak Cipta © 2007 - 2009 - PT Jurnalindo Aksara Grafika