JAKARTA (Bisnis.com): Bank Indonesia siap melakukan integrasi nomer identitas tunggal (single identity number/SIN) dengan identitas tunggal debitur (single identity debitor/SID) untuk mempermudah pengelolaan identitas.
Deputi Direktur Direktorat Akutansi dan Pembayaran BI Sri Suparni mengatakan apabila ada pengabungan SIN dan SID akan mempermudah pengawasan kepemilikan utang suatu nasabah, karena terekam menjadi satu.
"Nomer seperti ini sudah diterapkan di Amerika. Jadi nomer penduduk dengan SIM digabung menjadi satu dengan nomer rekening tabungan dan utang atau kartu kredit. Ini justru memudahkan pengawasan,” ujarnya di Jakarta, sore ini.
Namun, menurut dia, yang menjadi masalah saat ini SIN belum ada di Indonesia, sedangkan SID sudah dibentuk oleh BI. Bank sentral sendiri, lanjutnya, belum memiliki peta jalan mengenai pengabungan SIN dan SID.
SID di bank sentral sering digunakan oleh bankir sebagai referensi rekam jejak calon debitur sebelum mencairkan kredit. Dengan instrumen itu bisa memperkecil kredit bermasalah karena pemberian kredit berdasarkan kemampuan nasabah.(yn)
Nikmati kemudahan mengakses koran Bisnis Indonesia dalam berbagai format hanya dengan mendaftar menjadi member, GRATIS !
Daftar member »