Bisnis Indonesia Online » Keuangan » Fokus Bank Indonesia
Selasa, 08/04/2008 19:43 WIB
Tony: BI perlu naikkan bunga untuk atasi inflasi
oleh : Erna Sari Ulina Girsang
JAKARTA: Kepala Ekonom PT BNI (tbk) Tony A. Prasetiantono menilai sebaiknya BI menaikkan suku bunga untuk mengatasi lonjakan inflasi di Indonesia, dan sejumlah negara di Asia.
Dia menilai inflasi di sejumlah negara Asia sudah sangat tinggi, bahkan inflasi tahunan (year on year/yoy) China sudah mencapai 8,7%. Kebutuhan menaikkan SBI, menurutnya, tidak hanya terkait inflasi, namun juga untuk menghindari adanya penarikan dana investor tiba-tiba.
"Inflasi negara-negara Asia "mengerikan", bahkan China inflasi yoy-nya kini 8,7%. Sejauh ini, BI belum menaikkan BI rate tetap 8%. Menurut saya kenaikan suku bunga perlu dipertimbangkan," tegasnya di Jakarta hari ini.
Langkah itu perlu dilakukan, menurut Tony, tidak saja karena inflasi, namun juga untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya sudden reversal atau capital outflow mendadak. BI harus mewaspadai hal ini. (dj)
bisnis.com
Berita Lain
- 'Pejabat BI terlilit masalah hukum tetap dibantu'
- Pemerintah belum serius tuntaskan kasus BLBI
- Relaksasi tak jawab rendahnya daya serap kredit perbankan
- Kebijakan BI menurunkan provisi dinilai positif
- BI Medan buka saat pilgub Sumut
Komentar
#1 - Sektor Riil berimbas kepada sektor keuangan
Saya sempat membahas topik ini, menanggapi komentar Bapak Boediono tentang sektor keuangan yang berimbas kepada sekor riil. Saya pribadi adalah orang yang suka berkhayal, apakah yang akan terjadi apabila sektor riil yang justru akan menghantam sektor keuangan bukan sebaliknya. Kenaikan harga komoditas dunia membuat peluang para spekulan di pasar uang dan para investor mengalihkan dananya ke sektor pasar komoditas, dimana harga komoditas ini mengalami kenaikan sampai menyebabkan inflasi yang begitu tinggi di banyak negara berkembang dan maju. lantas hal ini akan membuat banyak orang panik! mereka akan cenderung mencari sumber alternatif, tetapi justru sumber-sumber alternatif ikut dipengaruhi kenaikan harga komoditas utama. Di satu pihak langkanya komoditas bukan disebabkan oleh betul-betul langkanya komoditas yang diperdagangkan, hal ini tentu disebabkan karena kontrak-kontrak berjangka yang dilakukan oleh para spekulan. Lama-kelamaan pasar keuangan dan pasar modal ikut bergejolak, karena penarikan dana besar-besaran dari investor, selanjutnya langkah yang ditempuh adalah kenaikan suku bunga bertahap yang ditujukan untuk mengerem laju penarikan dana. Apakah langkah ini akan dilakukan setelah terjadi gejolak? Kenaikan suku bunga yang idealnya dilakukan memang patut diperhatikan dengan faktor pertumbuhan ekonomi dan inflasi. Jadi langkah kenaikan suku bunga merupakan langkah efektif dalam jangka waktu dekat ini. Apakah langkah ini akan dicetuskan oleh Gubernur BI yang baru? Kita tunggu langkah berikutnya dari Gubernur BI
Widjaja Buana Thajeb - Sydney/Australia @ 08/04/2008 - 21:17 WIB dari 202.7.166.174 (syd-pow-pr11.tpgi.com.au)