Bisnis Indonesia Online » Keuangan » Fokus Bank Indonesia
Rabu, 16/04/2008 13:39 WIB
Kebijakan BI menurunkan provisi dinilai positif
oleh : M. Munir Haikal
JAKARTA: Kebijakan Bank Indonesia menurunkan provisi terhadap bank yang menempatkan dananya pada obligasi korporasi dengan rating tripel A dinilai positif untuk menambah gairah pasar surat utang.
Dirut Pefindo Kahlil Rawter mengatakan, sayangnya jumlah obligasi yang memiliki peringkat bagus, yaitu tripel A, baru terbatas tiga emiten, yaitu BRI, Summit Oto Finance, dan Oto Multiartha.
"Perlu ada penambahan obligasi dengan peringkat yang bagus di pasar, sehingga isa berdampak signifikan bagi bank yang menginvestasikan dananya ke obligasi korporasi," ujarnya siang ini.
Kahlil menuturkan bank akan lebih diuntungkan membeli obligasi mengingat provisinya turun, disamping surat utang ini mudah dilepas ke pasar.
"Lain halnya kalau bank melepas aset kredit ke pasar, karena memerlukan dana, tentunya lebih sulit karena pasarnya terbatas. Tapi kalau obligasi akan lebih mudah dilepas ke pasar," katanya.
Kahlil menjelaskan perusahaan yang memiliki peringkat bagus akan lebih untung untuk menerbitkan obligasi karena mendapatkan tingkat suku bunga yang optimal. (dj)
bisnis.com
Berita Lain
- 'Pejabat BI terlilit masalah hukum tetap dibantu'
- Pemerintah belum serius tuntaskan kasus BLBI
- Relaksasi tak jawab rendahnya daya serap kredit perbankan
- Kebijakan BI menurunkan provisi dinilai positif
- BI Medan buka saat pilgub Sumut