Bisnis Indonesia Online » Keuangan » Fokus Bank Indonesia
Rabu, 16/04/2008 14:55 WIB
Relaksasi tak jawab rendahnya daya serap kredit perbankan
oleh : Ahmad Muhibbuddin
JAKARTA: Relaksasi perbankan yang diumumkan Bank Indonesia dinilai tidak menjawab persoalan rendahnya daya serap kredit perbankan oleh dunia usaha.
Ketua Komite Tetap Moneter dan Fiskal Kadin Indonesia Bambang Soesatyo mengatakan kalangan pelaku usaha menyambut baik relaksasi perbankan berupa pelonggaran aktiva tertimbang menurut resiko (ATMR) khususnya utk kredit usaha kecil, obligasi korporasi dan batas maksimal pemberian kredit (BMPK) yang diumumkan BI hari ini.
Hanya saja, menurut dia, regulasi ini sesungguhnya belum menjawab persoalan yang terjadi dalam penyaluran kredit ke sektor usaha dengan daya serap yang masih rendah.
"Regulasi itu tampaknya sama sekali tidak berusaha menjawab persoalan rendahnya daya serap kedit perbankan oleh dunia usaha sepanjang 2007 hingga kini," katanya. (dj)
bisnis.com
Berita Lain
- 'Pejabat BI terlilit masalah hukum tetap dibantu'
- Pemerintah belum serius tuntaskan kasus BLBI
- Relaksasi tak jawab rendahnya daya serap kredit perbankan
- Kebijakan BI menurunkan provisi dinilai positif
- BI Medan buka saat pilgub Sumut