Bisnis Indonesia Online » Keuangan » Fokus Bank Indonesia


Senin, 14/07/2008 19:02 WIB

NPL di tujuh sektor naik

oleh : M. Yunan Hilmi

JAKARTA(Bisnis.com): Bank Indonesia melaporkan sebanyak tujuh sektor mengalami kenaikan kredit bermasalah (non performing loan/NPL) dalam periode April-Mei 2008 di antaranya manufaktur, konstruksi, dan jasa dunia usaha.

Data Bank Indonesia per Mei menunjukkan NPL di sektor perindustrian (manufaktur) mengalami kenaikan menjadi Rp13,956 triliun dari posisi April Rp13,630 triliun. Untuk sektor listrik, gas dan air naik tipis menjadi Rp45 miliar dari Rp44 miliar.

Selanjutnya, kenaikan juga terlihat pada sektor konstruksi dari Rp1,911 triliun menjadi Rp2,005 triliun per Mei. Kenaikan cukup signifikan terlihat pada sektor perdagangan, restoran, dan hotel dari Rp8,394 triliun menjadi Rp8,688 triliun.

Untuk NPL pada sektor jasa dunia usaha naik menjadi Rp2,684 triliun per Mei 2008 dari Rp2,532 triliun.Demikian juga di sektor jasa sosial yang naik menjadi Rp328 miliar dari Rp318 miliar. Sektor-sektor lainnya mengalami kenaikan dari Rp9,518 triliun menjadi Rp9,597 triliun.

Sementara itu, NPL di tiga sektor yaitu pertanian,perburuan dan sarana pertanian,pertambangan,dan pengangkutan, pergudangan serta komunikasi mengalami penurunan.(yn)

bisnis.com

 

Berita Lain

  • BI: Pertumbuhan kredit lebih terukur
  • Relaksasi BI perkuat perbankan nasional
  • 'Kenaikan BI Rate tak perburuk bank'
  • BI Rate naik 25 basis poin jadi 9,5%
  • BI perketat syarat investment banking
  • BI Surakarta minta waspadai uang palsu
  • BI Surakarta khawatir uang Rp1.000 habis
  • Boediono : 3 Masalah ancam setiap negara
  • BI hati-hati hadapi situasi global

Komentar

Beri Komentar