Bisnis Indonesia Online » Keuangan » Fokus Bank Indonesia


Senin, 14/07/2008 21:29 WIB

Bank Mandiri posisi pertama DPK terbesar

oleh : M. Yunan Hilmi

JAKARTA (Bisnis.com): Bank Indonesia menempatkan Bank Mandiri di posisi teratas peringkat bank dengan dana pihak ketiga (DPK) terbesar dengan jumlah dana Rp209,671 triliun.

Data bank sentral per Mei 2008 yang baru dirilis memperlihatkan Bank Mandiri yang merupakan bank hasil merger empat bank BUMN, menguasai pangsa pasar 13,92% total DPK bank umum. Posisi teratas ini dikuasai Bank Mandiri sejak Desember 2003 yang kala itu besarnya DPK Rp177,253 triliun dengan penguasaan pasar 19,95%.

Sementara itu, Bank Central Asia menempati posisi kedua dengan besarnya DPK Rp188,385 triliun dengan pangsa pasar 12,51%.Posisi ini juga tidak berubah sejak 2003. Untuk peringkat selanjutnya dipegang oleh Bank Rakyat Indonesia dengan DPK senilai Rp165,953 triliun atau menguasai 11,02%. Yang menarik, posisi ini baru diperoleh sejak Desember 2007 dengan menggeser Bank Negara Indonesia (Rp128,552 triliun dan pangsa 8,54%).

Posisi kelima tidak berubah sejak 2003 diraih Bank Danamon dengan DPK Rp62,542 triliun (4,15%) per Mei 2008. Dua bank yaitu Bank Internasional Indonesia (BII) dan Bank Niaga terlihat bersaing di posisi keenam dan ketujuh. Pada 2003 sampai 2005 BII bertahan di posisi keenam. Namun, pada 2006 dan 2007 Bank Niaga berhasil menggeser BII. Alhasil, per Mei 2008 bank yang tengah dalam proses merger dengan Bank Lippo ini bertahan di posisi keenam dengan DPK Rp47,517 triliun (pangsa 3,16%). BII berada di peringkat ketujuh dengan total DPK Rp39,385 triliun dengan pangsa 2,62%. BII saat ini tengah menunggu proses masuknya investor baru yakni Maybank Malaysia.

Untuk peringkat DPK ketiga dari bawah ditempati oleh Bank Panin Rp34,876 triliun, Bank Lippo Rp32,213 triliun dan Citibank NA Rp31,890 triliun. (yn) 
   
   

bisnis.com

 

Berita Lain

  • BI Rate turun 25 basis poin menjadi 9,25%
  • BI tarik uang kertas Rp10.000-Rp100.000
  • Simpanan perbankan di BI turun 39%
  • BI belum beri sinyal penurunan suku bunga

Komentar

Beri Komentar