Bisnis Indonesia Online » Keuangan » Fokus Bank Indonesia


Senin, 21/07/2008 08:35 WIB

Sertifikasi risiko masuk prioritas BI

oleh : M. Yunan Hilmi

JAKARTA (Bisnis): Bank Indonesia tengah menyusun rencana prioritas kebijakan perbankan ke depan yang di antaranya mengenai sertifikasi bankir di Tanah Air.

Deputi Gubernur Bank Indonesia Muliaman Hadad mengatakan masalah sertifikasi terkait dengan Badan Sertifikasi Manajemen Risiko (BSMR)merupakan bagian dari rencana penyusunan prioritas kebijakan perbankan.

"Kami mendapat banyak masukan dari asosiasi perbankan soal program sertifikasi. Masukan-masukan itu tengah dibahas oleh Pak Halim dan kawan-kawan [Halim Alamsyah, Direktur Penelitian dan Pengaturan Perbankan Bank Indonesia]," kata Muliaman dalam pesan singkatnya hari ini.

Sebelumnya diberitakan Ketua Umum Perhimpunan Bank-Bank Umum Nasional Sigit Pramono mengatakan pihaknya telah memberikan masukan kepada BI mengenai pelaksanaan sertifikasi oleh pihak BSMR. Permasalahan yang selama ini dirasakan anggota asosiasi di antaranya terkait dengan mahalnya biaya sertifikasi, tidak jelasnya jabatan yang harus mengikuti sertifikasi, dan bagian apa saja yang seharusnya ikut sertifikasi manajemen risiko. Perbanas mengharapkan adanya perbaikan dalam peraturan Bank Indonesia yang mengatur masalah ini.

Ketua Dewan BSMR Gayatri Rawit Anggraeni pernah mengatakan bahwa pihaknya terbuka atas masukan-masukan dari Perbanas dan tidak masalah jika memang nantinya perlu revisi atas aturan sertifikasi.

Muliaman menambahkan penyusunan prioritas perbankan ini sudah beberapa pekan ini digarap di antaranya masalah pelaksanaan Arsitektur Perbankan Indonesia (API) dan Basel II. "Ya, itu semua [bahan penyusunan prioritas], termasuk rencana penerapan Basel II tahun depan," jelasnya.(yn)

bisnis.com

 

Berita Lain

  • BI: Pertumbuhan kredit lebih terukur
  • Relaksasi BI perkuat perbankan nasional
  • 'Kenaikan BI Rate tak perburuk bank'
  • BI Rate naik 25 basis poin jadi 9,5%
  • BI perketat syarat investment banking
  • BI Surakarta minta waspadai uang palsu
  • BI Surakarta khawatir uang Rp1.000 habis
  • Boediono : 3 Masalah ancam setiap negara
  • BI hati-hati hadapi situasi global

Komentar

Beri Komentar