Bisnis Indonesia Online » Keuangan » Fokus Bank Indonesia
Kamis, 14/08/2008 19:16 WIB
Boediono : 3 Masalah ancam setiap negara
oleh : M. Yunan Hilmi
JAKARTA (Bisnis.com): Gubernur Bank Indonesia menegaskan terdapat tiga permasalahan mendesak yang dihadapi setiap negara yaitu resesi, inflasi, dan krisis sektor keuangan dengan tingkat paduan masalah yang berbeda.
"Kalau di AS menghadapi ketiga masalah sekaligus yaitu resesi, inflasi, dan krisis sektor keuangan. Sementara itu, di Eropa dan Jepang menghadapi ancaman resesi dan inflasi, namun tidak dalam krisis keuangan yang buruk. Untuk kawasan Asia, termasuk Indonesia, tidak ada krisis keuangan meski mengalami sedikit perlambatan, sedangkan masalah utama terletak pada inflasi," kata Gubernur BI Boediono dalam makalahnya yang dibaca di hadapan anggota Perhimpunan Bank-Bank Umum Nasional (Perbanas), siang tadi.
Dia mengatakan untuk di Indonesia tantangan perekonomian ke depan lebih pada stabilisasi harga. "Kebijakan moneter akan diterapkan dengan menggunakan instrumen-instrumen kebijakan yang ada secara fleksibel dan terukur untuk menurunkan inflasi 2009 pada kisaran 6,5%-7,5%. Untuk tujuan itu, BI juga akan berkoordinasi secara intensif dengan Pemerintah dalam hal Treasury Single Account dan Crisis Management Protocol," tuturnya.
Boediono menambahkan untuk kebijakan di sektor perbankan, Arsitektur Perbankan Indonesia (API) tetap menjadi umbrella strategy. Selain itu, BI akan fokus pada kebijakan prudential dan perlindungan konsumen. Dalam konteks Stabilitas Sistem Keuangan (SSK), lanjutnya, diambil langkah-langkah memperkuat linkage antara macro-stability dengan micro-stability (balance sheet dan operational bank) dan menuntaskan Crisis Management Protocol bersama Pemerintah.(yn)
bisnis.com
Berita Lain
- Simpanan perbankan di BI turun 39%
- BI belum beri sinyal penurunan suku bunga
- Kemungkinan BI Rate turun sangat kecil
- Boediono prihatin atas putusan Tipikor dan KPK
- BI: Likuiditas naik Rp6 triliun hari ini