Bisnis Indonesia Online » Keuangan » Fokus Bank Indonesia


Senin, 01/09/2008 18:24 WIB

BI Surakarta khawatir uang Rp1.000 habis

oleh : Stefanus Arief Setiaji

SOLO (Bisnis.com): Kantor Bank Indonesia wilayah Surakarta mengaku khawatir dengan kemungkinan melonjaknya permintaan uang lembaran Rp1.000 menjelang Lebaran karena BI tidak lagi mencetak pecahan tersebut.

BI telah menyiapkan sedikitnya Rp4,25 miliar uang pecahan lembaran Rp1.000 yang dialokasikan untuk sejumlah perbankan umum, bank perkreditan rakyat dan beberapa instansi terkait. Deputi Pemimpin Bank Indonesia bidang Sistem Pembayaran dan Manajemen Internal Tatung M. Taufik mengatakan berdasarkan pengalaman tahun lalu, jumlah permintaan penukaran uang lembaran Rp1.000 mencapai Rp9 miliar.

Menurut dia, masyarakat diharapkan memahami kondisi itu dan bersedia memilih alternatif penukaran uang ke lembaran Rp5.000 atau uang logam pecahan Rp1.000, jika persediaan lembaran seribu tersebut mulai habis.

"Uang lembaran Rp1.000 saat ini terbatas, kami harap masyarakat mau menukar ke lembaran Rp5.000 atau pecahan logam Rp1.000. Dalam penukaran uang tersebut, kami fokuskan kepada masyarakat publik terlebih dahulu,” ujarnya kepada Bisnis, hari ini.

Dia melanjutkan BI juga akan menyediakan satu paket penukaran uang sebanyak Rp3,6 juta dengan komposisi terdiri dari pecahan Rp20.000 sebanyak Rp2 juta, Rp10.000 sebanyak Rp1 juta. "Sedangkan pecahan Rp5.000 sebanyak Rp500.000 dan lembaran Rp1.000 sebesar Rp100.000," tuturnya.

Untuk memudahkan pelayanan, Tatung menyatakan pihaknya telah menyediakan waktu kepada masyarakat yang ingin menukarkan uangnya mulai awal Ramadan ini dengan jadwal hari Senin dan Kamis. "Nantinya, saat  memasuki tujuh hari menjelang Lebaran, loket penukaran uang akan melayani masyarakat setiap hari," paparnya.

Sementara itu, memasuki Ramadan ini, KBI wilayah Surakarta mengadakan kegiatan sosial dengan membagikan sedikitnya 134 paket sembako kepada masyarakat kurang mampu. Sejumlah tukang becak, penyapu jalan, kaum buruh dan lainnya, menerima bantuan sembako itu dari BI sebagai bentuk tanggung jawab sosial BI kepada masyarakat.(yn)

bisnis.com

 

Berita Lain

  • BI Rate turun 25 basis poin menjadi 9,25%
  • BI tarik uang kertas Rp10.000-Rp100.000
  • Simpanan perbankan di BI turun 39%
  • BI belum beri sinyal penurunan suku bunga

Komentar

Beri Komentar