Bisnis Indonesia Online » Keuangan » Fokus Bank Indonesia


Rabu, 03/09/2008 17:07 WIB

BI Surakarta minta waspadai uang palsu

oleh : Stefanus Arief Setiaji

SOLO (Bisnis.com): Kantor Bank Indonesia wilayah Surakarta meminta warga masyarakat lebih waspada guna mengantisipasi peredaran uang palsu menjelang Lebaran.

Masyarakat diminta untuk lebih waspada dalam melakukan transaksi atau melakukan penukaran uang sehingga tidak dirugikan atas beredarnya uang palsu tersebut. Tatung M Taufik, Deputi Pemimpin Bank Indonesia bidang Sistem Pembayaran dan Manajemen Intern, mengatakan meningkatnya jumlah uang palsu yang beredar di masyarakat sudah mulai terjadi. Hal ini dilihat dari semakin banyaknya uang palsu yang ditemukan BI Surakarta.

Menurut dia, dari catatan jumlah uang palsu yang beredar pada Juli 2008 sebanyak 243 lembar dengan nominal Rp15,35 juta. Pada Agustus, jumlah itu bertambah menjadi 270 lembar dengan nominal Rp17,84 juta. "Grafiknya sudah mulai naik dan ini harus diwaspadai masyarakat, sehingga lebih hati-hati dalam bertransaksi," ujarnya kepada Bisnis, hari ini.

Jika dibandingan dengan posisi Juni 2008, temuan uang palsu dalam dua bulan terakhir mengalami kenaikan hampir 100%. “Jumlah uang palsu pada Juni 2008 sebanyak 110 lembar dengan nominal Rp6,22 juta,” ungkapnya.

Berdasarkan pengamatan pada 2007, jumlah peredaran uang palsu yang ditemukan KBI tersebut, relatif mengalami kenaikan saat mendekati Hari Raya. Hal itu, lanjutnya, terlihat dari jumlah uang palsu yang beredar selama empat bulan sejak Agustus 2007 hingga November 2007 yang masing-masing jumlahnya Rp20,13 juta, Rp19,14 juta, Rp26,4 juta dan Rp37,03 juta.

"Lebaran tahun lalu jatuh pada Oktober 2007, dilihat dari grafiknya uang palsu mengalami peningkatan,” ungkapnya.

Selain itu, masyarakat diharapkan lebih teliti dalam bertransaksi, karena ditemukannya modus baru pemalsuan uang dengan cara membelah uang asli menjadi dua bagian, dan menempel dengan lembar yang palsu.

BI Surakarta memastikan penambahan jumlah uang lembaran Rp1.000 dari yang sebelumnya Rp4,25 miliar menjadi Rp8,5 miliar, guna memenuhi kebutuhan penukaran uang jelang Hari Raya ini.(yn)

bisnis.com

 

Berita Lain

  • BI Rate turun 25 basis poin menjadi 9,25%
  • BI tarik uang kertas Rp10.000-Rp100.000
  • Simpanan perbankan di BI turun 39%
  • BI belum beri sinyal penurunan suku bunga

Komentar

Beri Komentar