Bisnis Indonesia Online » Keuangan » Fokus Bank Indonesia


Rabu, 08/10/2008 11:08 WIB

'Kenaikan BI Rate tak perburuk bank'

oleh : M. Yunan Hilmi

JAKARTA (Bisnis.com): Kenaikan BI Rate 25 bps kali ini tidak akan memperburuk keadaan karena sektor perbankan dan sektor riil sudah maklum bahwa cepat atau lambat bank sentral akan menaikkan suku bunga acuan itu.

"Hanya saja perbankan harus hati-hati, jangan gegabah ikut-ikutan menaikkan suku bunga simpanan karena akan menggerus laba dan jangan naikkan suku bunga pinjaman karena akan menaikkan NPL di tengah situasi ekonomi yang sulit," ujar Ryan Kiryanto, senior ekonom Bank BNI di Jakarta hari ini.

Dia menambahkan kondisi akan lebih baik dan normal apabila dana pemerintah yang ada di Bank Indonesia, sekitar Rp120 triliun, segera dibelanjakan.

"Juga insentif untuk eksportir segera dirilis dan 10 jurus yang disampaikan Presiden SBY segera diimplementasikan, untuk menjaga kepercayaan pasar atas rupiah dan pasar modal lokal," tegasnya.

Selain itu, tuturnya, koordinasi otoritas moneter dan fiskal mulai saat ini harus lebih baik lagi sehingga bisa menciptakan ketenangan pasar.

"Penting pula bagi pengusaha produsen lokal untuk mengurangi komponen impor dan lebih banyak memasarkan produknya ke pasar dalam negeri selain tetap mengusahakan ekspor ke kawasan baru yang lebih prospektif  sepertti Timur Tengah, Afrika, eks Uni Soviet, China, dan India."

Menurut dia, kenaikan BI Rate 25 bps menjadi 9,5% setidaknya mempertimbangkan enam faktor.
Pertama, tekanan terhadap rupiah masih terlalu kuat.
Kedua, ekspektasi inflasi sampai akhir tahun ini masih cukup tinggi.
Ketiga, dolar AS sedang mengalami apresiasi atas mata uang lainnya meski ekonomi AS babak beluar.
Keempat, ada optimisme recovery AS pasca bailout US$700 miliar bakal efektif, kelima, nilai ekspor bakal melemah seiring turunnya permintaan impor dari negara lain, dan keenam, likuiditas dolar AS sedang ketat sehingga banyak orang memburu dolar AS. (ln)
 

bisnis.com

 

Berita Lain

  • BI Rate turun 25 basis poin menjadi 9,25%
  • BI tarik uang kertas Rp10.000-Rp100.000
  • Simpanan perbankan di BI turun 39%
  • BI belum beri sinyal penurunan suku bunga

Komentar

Beri Komentar