Bisnis Indonesia Online » Keuangan » Fokus Bank Indonesia
Minggu, 19/10/2008 16:58 WIB
BI: Pertumbuhan kredit lebih terukur
oleh : M. Yunan Hilmi
JAKARTA (Bisnis.com): Bank Indonesia menilai pertumbuhan kredit perbankan saat ini sudah lebih terukur karena disesuaikan dengan kondisi likuiditas perbankan sementara dana pihak ketiga meningkat menjelang akhir tahun ini di tengah krisis finansial global.
"Pertumbuhan kredit sudah melandai, namun dana pihak ketiga [DPK] naik. Selama satu bulan pada September, DPK naik sekitar Rp73 triliun dan kredit hanya naik Rp40 triliun. Intinya, likuiditas perbankan sudah mulai membaik dengan adanya DPK itu, sementara pertumbuhan kredit perbankan sudah semakin terukur karena sudah disesuaikan dengan kemampuan likuiditas bank," ujar Deputi Gubernur BI Muliaman D. Hadad kepada Bisnis di Jakarta, pekan ini.
Dia menjelaskan selama minggu pertama Oktober, DPK naik Rp19 triliun dan kredit bertambah sebanyak Rp1,2 triliun. Penjelasan itu diberikan menyusul kondisi perbankan yang kekurangan likuiditas ditambah dengan dampak krisis finansial global. Sektor perbankan menahan ekspansi kredit untuk menjaga ketersediaan likuiditas.
Mengenai kemungkinan ada perubahan target pemenuhan modal bank Rp100 miliar pada 2010 akibat krisis finansial, Muliaman menegaskan sampai saat ini belum berubah. "Untuk batasan modal Rp80 miliar sudah dapat diselesaikan. Sementara untuk batasan modal pada 2010 belum ada perubahan masih tetap Rp100 miliar," jelasnya.
Terkait dengan besarnya penjaminan sebesar Rp2 miliar, dia mengungkapkan jumlah rekening bank secara keseluruhan sudah mencapai 99,9% yang dijamin. "Jadi dana yang dijamin tidak perlu sampai Rp4 miliar karena dengan Rp2 miliar saja sudah hampir semua masuk penjaminan," tegasnya.(yn)
bisnis.com
Berita Lain
- KPK panggil Sri Mulyani & Boediono soal BLBI
- BI rate diprediksi turun 0,25% siang ini
- Hari ini tak ada transaksi valas BI
- BI terima laporan kerugian structured product
- BI perketat aturan penjualan produk investasi