Bisnis Indonesia Online » Keuangan » Fokus Bank Indonesia


Selasa, 21/10/2008 15:23 WIB

BI: Likuiditas naik Rp6 triliun hari ini

oleh : Fahmi Achmad

JAKARTA (Bisnis.com): Bank Indonesia mencatatkan total likuiditas yang tersedia hingga hari ini mencapai Rp33,5 triliun atau naik hampir Rp6 triliun dari posisi yang sama kemarin.

Angka likuiditas tersebut diungkapkan ke publik secara resmi mulai hari ini. Kemarin, total likuiditas sebanyak Rp27,48 triliun dan pada pagi hari likuiditas mencapai Rp28,95 triliun. Hari ini, instrumen operasi pasar terbuka yang jatuh tempo mencapai Rp31 triliun.

Direktorat Pengelolaan Moneter BI menyebutkan pengumuman proyeksi likuiditas secara harian kepada seluruh pelaku di Pasar Uang Antar Bank merupakan kegiatan dalam rangka meningkatkan efektifitas pelaksanaan Operasi Pasar Terbuka (OPT) mulai 21 Oktober 2008. "Informasi proyeksi likuiditas perbankan akan diumumkan sebanyak dua kali setiap harinya, yaitu pada pukul 08.30 WIB dan 14.00 WIB," ungkap laporan tersebut.

Informasi itu meliputi Proyeksi Total Likuiditas Tersedia dan Proyeksi Excess Reserve Proyeksi Total Likuiditas Tersedia merupakan hasil proyeksi dari net perubahan faktor otonomus yang berperan dalam menambah/mengurangi ketersediaan likuiditas rupiah (antara lain dipengaruhi oleh net aliran masuk/keluar uang kartal dari/ke sistem perbankan dan mutasi rekening pemerintah di Bank Indonesia).

Selain itu, juga memaparkan net instrumen Operasi Pasar Terbuka (OPT) jatuh waktu, dan net perubahan saldo giro perbankan di Bank Indonesia. Adapun Proyeksi Excess Reserve merupakan selisih antara perkiraan saldo giro perbankan di Bank Indonesia dengan kewajiban pemeliharaan Giro Wajib Minimum (GWM). Proyeksi excess reserve tersebut mencerminkan besarnya likuiditas rupiah yang berada di sistem perbankan setelah dilakukan Operasi Pasar Terbuka.(yn)

bisnis.com

 

Berita Lain

  • BI Rate turun 25 basis poin menjadi 9,25%
  • BI tarik uang kertas Rp10.000-Rp100.000
  • Simpanan perbankan di BI turun 39%
  • BI belum beri sinyal penurunan suku bunga

Komentar

Beri Komentar