Bisnis Indonesia Online » Keuangan » Fokus Bank Indonesia


Selasa, 04/11/2008 18:00 WIB

Kemungkinan BI Rate turun sangat kecil

oleh : Achmad Aris

JAKARTA (bisnis.com): Ekonom Standard Chartered Bank Fauzi Ikhsan memprediksi Bank Indonesia (BI) akan menaikkan atau tetap mempertahankan suku bunga 9,75% kendati inflasi Oktober menurun. 

"Bahkan diperkirakan BI Rate akan naik 25 basis poin untuk menjaga rupiah agar tidak terlalu terpuruk," katanya saat ditemui di Departemen Keuangan hari ini.

Fauzi menuturkan kemungkinan penurunan BI Rate sangat kecil karena biasanya BI Rate bertahan selama satu trilwulan atau tiga bulan, terlebih saat ini nilai rupiah masih labil dan ekspektasi inflasi belum turun tajam.

"Sekarang suku bunga antarbank di pasar satu bulan di atas 10% juga. Artinya, kalaupun BI Rate naik, maka BI Rate hanya mengikuti suku bunga yang sudah ada di pasar uang," jelasnya. 

Menurut dia, kenaikan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 9,75% tidak akan mengakibatkan kredit macet karena kredit macet bukan disebabkan oleh kenaikan suku bunga melainkan faktor ekonomi dan iklim investasi.

Fauzi menambahkan faktor-faktor ekonomi Indonesia dengan negara lain di dunia sangatlah berbeda sehingga Indonesia tidak harus mengikuti apa yang dilakukan negara lain yakni menurunkan BI Rate.

"Kalau Amerika Serikat kan jelas resesi, Eropa juga jelas resesi sedangkan Indonesia tidak resesi karena inflasinya masih double digit, hanya rupiahnya saja yang labil," tutur dia. (tw)

bisnis.com

 

Berita Lain

  • BI Rate turun 25 basis poin menjadi 9,25%
  • BI tarik uang kertas Rp10.000-Rp100.000
  • Simpanan perbankan di BI turun 39%
  • BI belum beri sinyal penurunan suku bunga

Komentar

Beri Komentar