Bisnis Indonesia Online » Keuangan » Fokus Bank Indonesia
Jumat, 14/11/2008 14:55 WIB
Simpanan perbankan di BI turun 39%
oleh : Berliana Elisabeth S.
JAKARTA (Bisnis.com): Simpanan perbankan di Bank Indonesia turun 38,95% menjadi Rp74,05 triliun periode 31 Oktober 2008 dibandingkan 26 September 2008 sebesar Rp121,30 triliun, sedangkan cadangan devisa mencapai level terendah 17 bulan.
Menurut data Bloomberg yang dirilis hari ini, cadangan devisa dolar turun 10,5% menjadi US$50,58 juta pada 31 Oktober 2008 dari US$56,51 juta pada 3 Oktober 2008. Begitu juga dengan cadangan devisa rupiah, berkurang 6,37% menjadi Rp333,28 triliun pada 31 Oktober dari Rp355,97 triliun pada 26 September.
Bank Indonesia menyatakan kondisi perbankan nasional saat ini tetap stabil dan tidak terjadi kesulitan pendanaan dan penarikan dana nasabah secara besar-besaran seperti yang dirumorkan belakangan ini.
Bank sentral hari ini juga mengumumkan pasokan uang periode September. Aset investor asing (net foreign asset) turun menjadi Rp525,7 triliun dari Rp534,8 triliun pada Agustus 2008, dan pada Juli-April masing-masing Rp563,5 triliun per Juli, pada Juni Rp562,6 triliun, pada Mei Rp533,3 triliun dan pada April Rp544,7 triliun.
Gubernur BI Boediono mengatakan meskipun posisi cadangan Indonesia menurun menjadi dikisaran sebesar US$50 miliar, dan terendah dalam 17 bulan, posisinya masih tetap aman. "Ini masih mencukupi. Kita kan banyak juga penerimaan seperti dari migas. Pada Desember kami harapkan akan ada tambahan US$2 miliar dari pencairan pinjaman pemerintah," ujarnya di Jakarta.
Pemerintah menargetkan pendapatan domestik bruto (PDB) naik 8,17% menjadi Rp779,215 triliun pada 31 Desember 2008 dari Rp720,389 triliun pada tahun lalu. Pendapatan pajak juga naik 16,20% menjadi Rp591,978 triliun dari Rp509,462 triliun. Pajak domestik menanjak 15,24% menjadi Rp569,972 triliun dari Rp494,592 triliun.
bisnis.com
Berita Lain
- KPK panggil Sri Mulyani & Boediono soal BLBI
- BI rate diprediksi turun 0,25% siang ini
- Hari ini tak ada transaksi valas BI
- BI terima laporan kerugian structured product
- BI perketat aturan penjualan produk investasi