Bisnis Indonesia Online » Keuangan » Multifinance


Jumat, 28/09/2007 10:54 WIB

Kredit Pegadaian terserap rumah tangga selama Ramadan

oleh : Lahyanto Nadie

JAKARTA (Antara): Direktur Keuangan Perusahaan Umum (Perum) Pegadaian Budiyanto mengatakan sebagian besar dana kredit dari Pegadaian pada separuh bulan menjelang Ramadhan hingga pertengahan bulan puasa banyak terserap di industri kecil rumah tangga.

"Pada pertengahan bulan Sya`ban hingga pertengahan Ramadhan, masyarakat banyak menggadaikan barang untuk modal usaha rumah tangga," kata Budiyanto di Jakarta hari ini.

Sebagian besar nasabah yang datang ke Pegadaian mengaku berencana menggunakan dana kredit untuk membuka usaha rumah tangga seperti berjualan kolak dan kue selama puasa atau usaha lainnya.

Pada masa itulah transaksi di Pegadaian lebih banyak memberikan kredit kepada masyarakat alias gadai. "Kemudian pada pertengahan puasa menjelang lebaran, banyak nasabah yang melunasi atau menebus barang yang mereka gadaikan karena kemungkinan usaha yang mereka jalankan sudah memberikan keuntungan," katanya.

Saat itu lebih banyak terjadi transaksi tebus barang di Pegadaian meski tidak menutup kemungkinan ada sebagian masyarakat yang meminta kredit untuk persiapan lebaran.

"Tapi cenderung lebih sedikit masyarakat yang mengajukan kredit untuk keperluan konsumsi, meskipun tetap saja ada," katanya.

Manajemen memiliki obligasi sebesar Rp600 miliar di mana Rp135 miliar di antaranya digunakan untuk melunasi obligasi yang jatuh tempo dan sisanya untuk pendanaan menjelang lebaran.

Selain dari obligasi, untuk pendanaan kredit selama puasa dan menjelang lebaran, perseroan mencadangkan persediaan dana dari fasilitas perbankan di antaranya kredit perbankan yang jumlahnya sekitar Rp500 miliar dan RUF sekitar Rp320 miliar.

Sementara itu, untuk fungsi penitipan barang seperti kendaraan dan elektronik selama lebaran, untuk saat ini relatif lebih sedikit masyarakat yang menggunakan fungsi Pegadaian di sektor tersebut.

"Apalagi hanya Pegadaian cabang tertentu yang menyediakan fasilitas itu, sebab tidak semua kantor cabang memiliki tempat yang luas untuk fungsi penitipan barang selama lebaran," katanya.

Terkait semakin tingginya harga emas di pasaran, Budiyanto mengatakan, pihaknya selalu melakukan penyesuaian harga emas dalam batasan bulan agar tidak merugikan masyarakat dan perseroan.

"Untuk harga emas tentu selalu kita sesuaikan dalam batasan bulan kita evaluasi. Sekarang kisaran taksir emas kurang lebih Rp180 ribu hingga Rp190 ribu per gram." (ln)

bisnis.com

 

Berita Lain

  • Laba Clipan Finance melonjak 132%
  • BFI cari sumber pendanaan baru
  • Pembiayaan nasabah baru BFI Rp1,8 triliun
  • Bukopin Finance siap beroperasi
  • Pembiayaan multifinance tak terpengaruh kinerja bank

Komentar

Beri Komentar