Bisnis Indonesia Online » Keuangan » Multifinance
Jumat, 08/02/2008 18:57 WIB
Pegadaian sulit go public
oleh : M. Munir Haikal
JAKARTA: Kementerian BUMN menilai Pegadaian sulit merealisasikan rencana penawaran saham perdana (initial public offering) karena lini bisnisnya yang terbatas.
Staf Ahli Meneg BUMN Alexander Rusli menilai Perum Pegadaian perlu megembangkan lini bisnisnya sehingga bisa menawarkan sahamnya dengan harga yang atraktif.
“Sebenarnya bisa saja Pegadaian masuk menawarkan sahamnya ke pasar modal tetapi lini bisnisnya harus ditambah dulu. Kalau sebagai pada pegadaian dikhawatirkan sahamnya di pasar modal kurang atraktif,” ujarnya hari ini.
Dia mengatakan opsi untuk memperkuat pendanaan Pegadaian saat ini adalah melalui penerbitan obligasi. “Pasar bisa menyerap obligasi yang diterbitkan oleh Pegadaian mengingat adanya kepastian bisnis dari perusahaan itu. Mereka pasti bisa membayar karena masih mendapatkan spread dari bunga kredit yang disalurkan dengan bunga obligasi.”
Kementerian BUMN dan manajemen Pegadaian berupaya menuntaskan perubahan statusnya dari perum menjadi perseroan sebagai persiapan masuk ke pasar modal.
Hasil kajian mengenai perubahan status perum menjadi persero ke Kementerian Negara BUMN, selaku pemegang saham. Penyerahan hasil kajian tersebut terlaksana pada Agustus 2007.
Menurut hasil kajian serta rekomendasi pihak pengawas, Pegadaian sudah siap beralih status menjadi perseroan.
Dana yang didapatkan Pegadaian dari hasil IPO bisa digunakan untuk ekspansi usaha, termasuk menambah jumlah cabangnya. (ln)
bisnis.com
Berita Lain
- FIF jajaki penerbitan medium term notes
- PT Bukopin Finance resmi diluncurkan
- Kembang 88 Finance biayai 5.854 unit kendaraan
- Kembang 88 Finance dapat pinjaman Rp700 miliar
- Perusahaan pembiayaan laba Rp2,6 triliun