Bisnis Indonesia Online » Keuangan » Multifinance
Senin, 14/07/2008 18:01 WIB
KPPU : Izin Central Java tidak ganda
oleh : M. Yunan Hilmi
JAKARTA: Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) bersama dengan Bapepam-LK sudah saling memahami bahwa izin yang dimiliki oleh PT Central Java Power bukan izin ganda melainkan dua izin dari instansi yang berbeda.
Anggota KPPU Didik Akhmadi mengatakan pemilikan izin oleh Central Java bukan izin ganda tetapi izin dari Bapepam-LK sebagai multifinance dan izin untuk menggarap proyek kelistrikan. "Sebenarnya kita dengan Bapepam-LK sudah sama-sama memahami bahwa itu bukan izin ganda. Masalah izin ini termasuk dalam salah satu poin yang perlu ditelusuri lebih jauh. Hal lain yang perlu ditelusuri juga masalah kepemilikan aset," ujarnya hari ini.
Seperti diketahui KPPU tengah menelusuri sejumlah permasalahan yang ditemukan pada PT Central Java Power, lembaga pembiayaan yang menggarap proyek pembangkit listrik. Izin yang dimaksud adalah izin perusahaan pembiayaan untuk sewa guna usaha yang dikeluarkan melalui SK Menteri Keuangan No.184/KMK.06/2002 terutama untuk keperluan proyek listrik di Tanjung Jati B Jepara, Jawa Tengah. Perseroan juga mengantongi Izin Usaha Kelistrikan Umum untuk melanjutkan proyek pembangkit listrik tenaga uap bekerjasama dengan PT Perusahaan Listrik Negara.
Kepala Biro Pembiayaan dan Penjaminan Bapepam-LK Freddy R Saragih pernah menegaskan tidak pernah menemukan pelanggaran perizinan di multifinance termasuk dugaan izin ganda oleh Central Java. “Kami tidak pernah temukan izin ganda seperti yang dimaksud oleh KPPU karena semua multifinance hanya mengantongi izin usaha sebagai perusahaan pembiayaan dan tidak ada izin yang lain,” jelasnya.
Didik mengatakan sejauh ini belum ada keputusan terkait dengan dugaan adanya praktik monopoli dalam proyek itu. "Belum ada keputusan apa-apa. Kami masih mendengarkan arahan dari internal KPPU dan perlu kajian yang lebih berkembang lagi." (ln)
bisnis.com
Berita Lain
- PT Bukopin Finance resmi diluncurkan
- Kembang 88 Finance biayai 5.854 unit kendaraan
- Kembang 88 Finance dapat pinjaman Rp700 miliar
- Perusahaan pembiayaan laba Rp2,6 triliun
- Indojasa Finance bayarkan amortisasi Rp3,82 miliar