Bisnis Indonesia Online » Keuangan » Multifinance
Senin, 21/07/2008 09:30 WIB
Pembiayaan multifinance tak terpengaruh kinerja bank
oleh : M. Yunan Hilmi
JAKARTA (Bisnis.com): Ketua Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Wiwie Kurnia mengatakan selama Juni - Juli pembiayaan kendaraan bermotor justru mengalami kenaikan yang di antaranya disebabkan oleh banyaknya kebutuhan mobil selama masa kampanye.
"Kalau dilihat beberapa indikator ekonomi memang seharusnya bulan ini pembiayaan turun. Tenyata hal itu tidak terjadi. Malahan, saya bertanya kepada teman-teman, selain indent, sudah banyak order mobil pun masih tinggi. Padahal biasanya Juli itu secara siklus tidak terlalu bagus. Tapi kali ini luar biasa," tuturnya hari ini.
Dia berpendapat setidaknya ada dua penyebab yang mendukung kinerja multifinance kali ini. Pertama, selama masa kampanye Pemilu 2009 kebutuhan mobil cukup besar sehingga mendongkrak pembiayaan industri secara keseluruhan. Kedua, banyak produsen otomotif yang belum menaikkan harga pascakenaikan harga BBM. "Makanya banyak orang yang beli mobil atau sepeda motor sebelum harganya dinaikkan. Jenis pembiayaan lain, seperti leasing, malah lebih bagus kinerjanya. Selama semester II ini secara keseluruhan kinerja multifinance masih bagus."
Menurut dia, situasi yang sama tidak terjadi di sektor perbankan. "Kondisinya memang berbeda. Mungkin perlu dikaji ulang [rencana dan target bank]. Sebenarnya multifinance bisa juga terpengaruh jika ada perubahan indikator ekonomi yang bisa mengakibatkan daya beli masyarakat berkurang misalnya."(yn)
bisnis.com
Berita Lain
- FIF jajaki penerbitan medium term notes
- PT Bukopin Finance resmi diluncurkan
- Kembang 88 Finance biayai 5.854 unit kendaraan
- Kembang 88 Finance dapat pinjaman Rp700 miliar
- Perusahaan pembiayaan laba Rp2,6 triliun