Bisnis Indonesia Online » Keuangan » Multifinance
Kamis, 14/08/2008 14:26 WIB
Kembang 88 Finance dapat pinjaman Rp700 miliar
oleh : Aulia Saputra
JAKARTA (Bisnis.com): PT Kembang 88 Multifinance akan mendapatkan pinjaman baru sebesar Rp700 miliar dari empat bank dalam dua pencairan yaitu pada Agustus dan September masing-masing sebesar Rp500 miliar dan Rp200 miliar.
General Manager PT Kembang 88 Multifinance Heri Gunawan mengatakan pinjaman akan digunakan untuk mendukung pembiayaan tahun ini dan tahun depan yang ditargetkan sebesar Rp750 miliar. Empat bank yang akan memberikan pinjaman itu yakni Bank Negara Indonesia, Bank Mega, Bank Bumiputera, dan Bank Rakyat Indonesia.
"Untuk BNI, BRI dan Bank Mega, kami telah mengajukan surat permohonan terhadap pinjaman itu. Untuk Bank Bumiputera sedang dilakukan due diligence, kalau dinilai bagus, kami akan mendapatkannya," ujarnya kepada Bisnis di Jakarta.
BRI disebut-sebut akan mengucurkan pinjaman mencapai Rp250 miliar dan tiga bank lainnya berjumlah Rp450 miliar. Hingga pertengahan tahun, total outstanding pinjaman bank perseroan mencapai Rp400 miliar dari 15 bank, di antaranya Bank Permata, Bank Niaga, Bank Internasional Indonesia, dan Bank Bukopin.
Bank lainnya yang telah memiliki kerja sama dengan Kembang 88 Multifinance adalah Bank Agro, Hanabank, Bank Buana, Bank Century, Mega, dan Bank Akita dengan plafon berkisar Rp100 miliar hingga Rp300 miliar.
Heri pernah mengatakan perusahaan juga telah mendapatkan tambahan modal dari pemegang saham sebesar Rp20 miliar untuk mendukung pembiayaan tahun ini. "Setiap tahunnya pemegang saham selalu konsisten melakukan penambahan modal. Ini merupakan dukungan positif dari mereka."
Pendanaan perseroan hingga kini masih mengandalkan, sebesar 90%, melalui pembiayaan bersama dan sisanya merupakan modal sendiri.(yn)
bisnis.com
Berita Lain
- FIF jajaki penerbitan medium term notes
- PT Bukopin Finance resmi diluncurkan
- Kembang 88 Finance biayai 5.854 unit kendaraan
- Kembang 88 Finance dapat pinjaman Rp700 miliar
- Perusahaan pembiayaan laba Rp2,6 triliun