Perbankan diminta bantu industri kreatif

Selasa, 19/01/2010 17:52:23 WIB
Oleh: Rahmayulis Saleh
JAKARTA (bisnis.com): Pemerintah meminta perbankan ikut membantu perkembangan industri kreatif dengan memberikan pinjaman modal, kata menko Kesra Agung Laksono.

"Kami harap perbankan memahami usaha bidang ini, dan memberikan pinjaman," katanya seusai rapat koordinasi tingkat menteri tentang insentif industri kreatif hari ini.
 
Menurut dia, pemerintah akan mengupayakan pemberian bantuan pinjaman modal usaha ekonomi kreatif, melalui Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri dan Kredit Usaha Rakyat (KUR)sekitar Rp10 juta tanpa agunan.

"Peranan sektor usaha ekonomi kreatif terhadap pendapatan domestik bruto selama ini sudah cukup tinggi. Hampir 8% dari PDB berasal dari usaha ekonomi kreatif, cukup tinggi, tapi masih bisa ditingkatkan lagi," ujarnya.

Kategori usaha ekonomi kreatif a.l. periklanan, arsitektur, pasar seni dan barang antik, kerajinan, desain, fashion, film, dan fotografi, musik, penerbitan, radio dan televisi, pertunjukan, serta riset dan pengembangan.

"Masalah yang lain adalah standardisasi. Selama ini belum ada standar kualitas. Itu harus ada, supaya produk kita bisa bersaing dengan produk usaha kreatif dari negara lain, seperti produk dari China yang mungkin akan masuk besar-besaran ke Indonesia," ungkapnya.

Agung menjelaskan melalui Inpres No.6 Tahun 2009 seluruh kementerian dan lembaga terkait, serta pemerintah daerah diminta melakukan rencana aksi pengembangan usaha ekonomi kreatif, yang disusun tim koordinasi pengembangan usaha ekonomi kreatif.
 
Usaha ekonomi yang dimaksud adalah kegiatan ekonomi berdasarkan pada kreativitas, keterampilan, dan bakat individu untuk menciptakan kreasi bernilai ekonomis. (tw)

Komentar

Hak Cipta © 2007 - 2009 - PT Jurnalindo Aksara Grafika