Eximbank dapat kredit US$265 juta dari 7 bank

Kamis, 24/06/2010 17:42:44 WIB
Oleh: Fajar Sidik
JAKARTA (Bisnis.com): Indonesia Eximbank mengantongi pinjaman senilai US$265 juta dari kredit patungan yang melibatkan tujuh bank asing.

Dana itu, akan digunakan untuk ekspansi pembiayaan ekspor impor sampai akhir tahun ini diproyeksikan tumbuh di atas 25%.

Direktur Indonesia Eximbank Basuki Setyadjid mengatakan kredit itu diperoleh dari patungan tujuh bank asing yaitu Citibank, Standard Chartered Bank, Bank of Tokyo Mitsubishi UFJ, Bank of China, ING Bank, Intesa San Paolo dan Mizuho Bank.

Pinjaman itu, katanya, diperoleh dalam dua paket perjanjian pinjaman untuk jangka waktu 2 tahun dan tenor 3 tahun sehingga beban kewajiban tidak menumpuk dalam satu waktu.

"Semuanya untuk modal kerja guna memenuhi kebutuhan pendanaan dalam melakukan ekspansi pembiayaan ekspor dan impor yang saat ini trennya terus meningkat, sampai akhir tahun diperkirakan akan tumbuh di atas 25%," katanya saat dihubungi Bisnis.com hari ini.

Basuki menuturkan sampai dengan akhir Juni jumlah pembiayaan yang disalurkan bisa mencapai Rp13 triliun atau tumbuh di atas 25% secara tahunan. Komposisi kredit diberikan sebesar 55% dalam denominasi rupiah dan sisanya 45% berupa pembiayaan valuta asing. Pembiayaan itu, katanya, sebagian besar diperuntukan untuk kepentingan modal kerja perusahaan seperti untuk pembelian bahan baku baik dari dalam negeri maupun impor.

Penggunaan pinjaman dari perbankan luar negeri akan dilakukan rutin terutama untuk memenuhi kebutuhan likuiditas valuta asing yang cukup besar dalam mendukung pembiayaan perdagangan dari Indonesia tumbuh semakin cepat.

Selain kredit dari perbankan, lanjutnya, disiapkan juga akan penerbitan obligasi secara rutin dengan kebutuhan sekitar Rp3 triliun setiap tahunnya. Untuk tahun ini sudah dilakukan emisi obligasi Rp2,5 triliun dan pada tahun depan akan disiapkan issue bond valas sekitar US$200 juta-US$300 juta.

"Kami akan lihat pasar, kalau memungkinkan akan dilaksanakan di semester pertama tahun depan dengan perkiraan suku bunga di pasar sekitar 6%-7% cukup normal. Porsi pendanaan dari obligasi setiap tahun diperkirakan Rp3 triliun," tuturnya.(yn)

Komentar

Hak Cipta © 2007 - 2009 - PT Jurnalindo Aksara Grafika