Bisnis Indonesia Online » Keuangan » Perbankan


Kamis, 24/04/2008 17:19 WIB

BII bukukan laba bersih Rp198 miliar

oleh : Djony Edward

JAKARTA: PT Bank Internasional Indonesia Tbk (BII) mencatat laba bersih perusahaan untuk tiga bulan pertama tahun 2008 sebesar Rp198 miliar, naik 72% dari laba bersih kuartal pertama tahun sebelumnya.

Dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2007, BII mencatat pertumbuhan pendapatan bunga bersih sebesar 15% menjadi Rp715 miliar dan pertumbuhan 10% pada pendapatan operasional (bruto) menjadi Rp348 miliar.

Presiden Direktur BII, Henry Ho mengatakan, "Kinerja kami saat ini sangat menjanjikan dan sesuai dengan harapan. Perkembangan yang pesat telah terealisasi dalam peningkatan kredit inti dan simpanan serta membaiknya penyisihan kerugian kredit. Meskipun inflasi terus meningkat sejak akhir tahun 2007, biaya-biaya dapat dikendalikan dengan baik."

Selanjutnya Henry Ho menambahkan bahwa ketidakpastian yang berkelanjutan dalam pasar uang dunia dan tekanan persaingan yang kuat, ketatnya spread kredit, tekanan inflasi dengan kenaikan harga pangan dan minyak yang bisa berdampak pada keseluruhan kinerja ekonomi secara luas dan industri perbankan di Indonesia.

Pertumbuhan pendapatan bunga bersih-naik 15% dibandingkan dengan penurunan sebesar 8% yang tercatat pada tahun lalu-merupakan cerminan dari dua hal.   Pertama, peningkatan pada komposisi pendanaan, dengan sumber pendanaan berbiaya murah dalam bentuk giro dan tabungan, yang saat ini mencapai 47% dari total simpanan nasabah, dibandingkan dengan 41% tahun sebelumnya. Giro naik 29% sedangkan tabungan meningkat 12%.

Kedua, BII terus  memfokuskan pada perbaikan komposisi asetnya dengan mengurangi ketergantungan pada obligasi dan surat berharga, dengan terus meningkatkan keuntungan dari kredit. Jumlah kredit yang disalurkan kepada nasabah naik menjadi Rp34,2 triliun dibandingkan dengan Rp26,5 triliun pada periode yang sama tahun lalu, atau tumbuh 29%.

Setelah melakukan analisa portofolio kredit yang mendalam selama tahun 2007, yang mencakup biaya penyisihan kredit untuk anak perusahaan pembiayaan sepeda motor yaitu PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOM), biaya kredit menurun dibandingkan kuartal sebelumnya dimana biaya penyisihan kerugian kredit turun dari Rp477 miliar pada kuartal terakhir tahun 2007 menjadi Rp213 miliar pada tiga bulan pertama tahun 2008.

Biaya operasional dapat dikendalikan, dengan kenaikan hanya 10% pada biaya overhead dibandingkan kuartal pertama 2007. Saat ini WOM sudah semakin kuat dan diharapkan dapat mencatat keuntungan pada tahun 2008.

Sementara itu, pendapatan operasional lainnya sedikit turun 1% menjadi Rp287 miliar sejalan dengan kebijakan Bank untuk melepas sebagian investasi jangka pendek setelah mempertimbangkan kondisi pasar dengan seksama.

Analisa kredit secara menyeluruh dan pengawasan kredit yang ketat telah berhasil memperbaiki tingkat kredit bermasalah (NPL) bersih Bank menjadi  2,20% dari 3,89% pada kuartal pertama tahun 2007. Bank juga mampu menjaga CAR pada tingkat 20,52%.

Komitmen BII untuk kerjasama dengan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) sebagai saluran pendistribusian kredit kepada bisnis UKM melalui linkage program,  telah berhasil memenangkan penghargaan  Kriya Pranala Pratama Award dari Bank Indonesia pada awal Maret 2008.

BII terus melakukan komitmen  dalam memberikan pelayanan yang lebih baik - tema selama dua tahun yang lalu - dengan menetapkan tahun 2008 sebagai tahun Service Commitment, mengambil motto, "Consistent in Service, Competent in Sales".

Komitmen tersebut telah membuahkan hasil antara lain memenangkan Call Centre Award dari Centre for Customer Saticfaction and Loyalty (CCSL) pada Maret 2008, sebagai top performer di antara 80 call centre yang berbeda di Indonesia, Malaysia dan Singapura.  Selama empat tahun berturut - turut, BII selalu muncul sebagai salah satu dari lima besar bank yang memperoleh penghargaan tersebut.

bisnis.com

 

Berita Lain

  • Australia pertahankan suku bunga 7,25%
  • BoJ pertahankan suku bunga 0,5%
  • Bank sentral tak ikut lelang SPN
  • Bank Mandiri akan salurkan kredit Rp55,65 miliar ke 15 koperasi

Komentar

Beri Komentar