Bisnis Indonesia Online » Keuangan » Perbankan
Jumat, 25/04/2008 17:22 WIB
Bank BTPN akan genjot aset hingga Rp40 triliun
oleh : Dwi Wahyuni
SURABAYA: Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) Tbk berencana menggenjot pencapaian total aset sebesar Rp40 triliun untuk lima tahun ke depan menyusul telah diakuisisinya sebagian saham persoroan itu oleh investor asing.
Komisaris utama Bank BTPN Dorodjatun Kuntjoro-Jakti mengatakan dalam kurun dua tahun terakhir persoroan ini telah mampu menunjukkan kinerja yang cukup signifikan. Sampai pada posisi Akhir Desember 2007 total asetnya mencapai Rp 11 triliun dan menyamai posisi aset Bank DKI.
Jika pemilik baru yang didalamnya terdapat sembilan investor asing mampu bekerja optimal Dorodjatun optimis posisi aset perseroan yang 71.6% sahamnya dikuasai TPG Nusantara akan menyamai Bank Niaga.
"Setidaknya untuk lima tahun ke depan kami menargetkan pencapaian total aset hingga Rp40 triliun," ujarnya di sela-sela peresmian kantor cabang baru Bank BTPN di Surabaya hari ini.
Menurut dia potensi pasar menengah di Indonesia akan semakin besar seiring dengan perbaikan iklim politik dan ekonomi. Bahkan mengutip analisa dari Nomura Institut akan ada sekitar 30 juta golongan ekonomi menengah baru di Indonesia.
Tentu peluang yang besar bagi perbankan untuk dapat menggenjot pertumbuhan dana pihak ketiga. BTPN sendiri, tambahnya tidak akan menyia-nyiakan peluang tersebut. Karena itu ke depan bank umum ini akan memperluas jaringannya hingga ke seluruh daerah di Indonesia.
Sementara fokus marketnya yang selama ini hanya bertumpu pada pensiunan PNS, TNI dan Polri akan diperluas hingga ke sektor usaha mikro kecil dan menengah. Dorodjatun mengatakan pada 2007 total penghimpunan dana BTPN telah mencapai Rp8,8 triliun naik 71,2% dibanding posisi akhir 2006 sebesar RP5,12 triliun.
Sedangkan penyaluran kreditnya tercatat Rp7,8 triliun naik 58,8% dibanding 2006 yang hanya mencapai Rp4,9 triliun. Paulus Wiranata, dirut Bank BTPN membenarkan hampir 90% ekspansi kreditnya masih terfokus pada sektor konsumtif.
Pasalnya sebagian besar nasabahnya masih didominasi para pensiunan. Kebanyakan dari mereka melakukan pinjaman untuk perbaikan rumah. Namun belakangan ini sudah mulai ada fenomena baru yakni kredit investasi human seperti dana pembiayaan anak sekolah.
Paulus berharap kedepan penyaluran kredit BTPN akan lebih bervariasi menyusul perubahan persoroan itu menjadi bank Tbk. Apalagi mulai tahun ini juga bank ini akan menggarap bisnis syariah.
"Dengan ekspansi ke Jatim dan Indonesia Timur lainnya kami tidak hanya akan menggarap para pensiunan tetapi juga market ritel dan UKM," paparnya.
Sementara menurut Dorodjatun pasar menengah tersebut belum banyak tersentuh oleh perbankan. Itu sebabnya akhir-akhir ini tidak sedikit investor asing yang mengakuisisi bank menengah karena melihat potensi market masyarakat menengah di Indonesia yang cukup besar.
Namun dia berharap setelah bank tersebut memiliki equity yang bagus enam atau tujuh ke depan akan dapat dibeli lagi oleh investor Indonesia.
"Kalau bisa dalam kurun lima hingga tujuh tahun ketika mereka akan menjual kembali sahamnya kami ingin ada orang Indonesia yang bisa masuk." (dj)
bisnis.com
Berita Lain
- Enam nama bersaing jadi direktur Bank Mandiri
- LDR bank di Sulsel capai 96,98%
- KUR Bank Mandiri capai Rp993 miliar
- Mandiri bukukan pinjaman KUR Rp993,24 miliar
- Westpac beli St. George US$17,6 miliar