Bisnis Indonesia Online » Keuangan » Perbankan
Jumat, 25/04/2008 19:52 WIB
Bank Mandiri akan salurkan kredit Rp55,65 miliar ke 15 koperasi
oleh : Djony Edward
JAKARTA: Bank Mandiri bekerjasama dengan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) X sebagai penjamin penyaluran kredit dengan pola kemitraan Ketahanan Pangan dan Energi (KKP-E) Tebu, akan menyalurkan kredit sebesar Rp55,65 miliar kepada 15 koperasi mitra binaan Pabrik Gula (PG) Gempolkrep, PG Watoetoelis, PG Djombang Baru, PG Kremboong dan PG Toelangan.
Dikatakan oleh Direktur Micro & Retail Banking Bank Mandiri, Budi G. Sadikin, sekitar 2227 petani plasma tebu yang merupakan anggota dari kelima pabrik gula tersebut akan menerima fasilitas kredit dari Bank Mandiri untuk masa tanam 2008/2009.
"Penjaminan yang diberikan meliputi jaminan dalam bentuk kepastian pembelian hasil produksi dari calon debitur dan jaminan pelunasan fasilitas kredit debitur apabila debitur tidak melunasi fasilitas kreditnya sesuai kesepakatan antara avalist, debitur dan Bank," jelasnya.
Penyaluran kredit ini merupakan komitmen Bank Mandiri untuk selalu terus berupaya meningkatkan produksi dan produktivitas usaha pengembangan tanaman tebu. Hal ini didasari bahwa prospek industri perkebunan dan pengolahan gula masih cukup baik mengingat produksi gula nasional belum mencukupi kebutuhan atau permintaan nasional.
Kebutuhan gula nasional sebanyak 3,4 juta ton per tahun belum diimbangi dengan produksi gula nasional yang hanya sebesar 2,3 juta ton per tahun, sehingga sebagian kebutuhan gula dalam negeri masih di impor.
Khusus untuk pengembangan tebu yang termasuk dalam program KKP-E tersebut, Bank Mandiri menargetkan di 2008 akan menyalurkan kredit sebesar Rp215 Miliar.
"Khusus penyaluran kredit untuk industri gula PTPN X ini merupakan kali kedua setelah sebelumnya pada awal 2008 lalu, Bank Mandiri telah menyalurkan kredit KKP-E sebesar Rp14,52 milyar untuk 20 koperasi yang juga masih di bawah binaan Pabrik Gula Gempolkrep PTPN X," jelas Budi Gunadi Sadikin.
Jangka waktu pinjaman disesuaikan dengan kondisi dari siklus usaha petani tebu yaitu maksimum selama 20 (duapuluh) bulan. Pemberian kredit kepada Koperasi atau Kelompok Tani akan memberikan dampak positif antara lain sebagai tambahan dana untuk modal kerja budi daya tanaman tebu serta akan menggerakkan perekonomian rakyat di sekitar lokasi karena usaha tersebut bersifat padat karya (labor intensif), serta menambah pendapatan daerah dari sektor pajak dan retribusi lainnya.
Bank Mandiri telah menargetkan penyalurkan kredit pada 2008 ini sebesar Rp400 miliar untuk KKP-E (Kredit Ketahanan Pangan dan Energi). KKP-E ini ditujukan untuk berbagai komoditas. Untuk pengembangan tebu sebesar Rp215 miliar; pengembangan padi, jagung dan kedele dengan plafon Rp12 miliar serta pengembangan ubi kayu, ubi jalar, kacang tanah dan sorgum sebesar Rp85 miliar.
Sedangkan untuk pengembangan komoditas cabai, bawang merah, kentang, pisang dan jahe, dialokasikan biaya sebesar Rp25 miliar serta pengadaan pangan (gabah, jagung, kedele) sebesar Rp16 Milyar. Komoditas lain yang juga mendapatkan alokasi biaya adalah komoditas peternakan sapi potong, sapi perah, pembibitan sapi, ayam buras, ayam ras, itik dan burung puyuh sebesar Rp41 miliar dan untuk komoditas perikanan sebesar Rp6 miliar.
bisnis.com
Berita Lain
- Enam nama bersaing jadi direktur Bank Mandiri
- LDR bank di Sulsel capai 96,98%
- KUR Bank Mandiri capai Rp993 miliar
- Mandiri bukukan pinjaman KUR Rp993,24 miliar
- Westpac beli St. George US$17,6 miliar