Bisnis Indonesia Online » Keuangan » Perbankan
Selasa, 06/05/2008 16:06 WIB
Australia pertahankan suku bunga 7,25%
oleh : Taufik Wisastra
SYDNEY (AP): Bank sentral Australia (RBA) mempertahankan tingkat suku bunga 7,25% yang mengisyaratkan pelemahan ekonomi lokal meski terjadi kenaikan inflasi.
Gubernur RBA Glenn Stevens mengatakan kebijakan moneter itu sesuai dengan keadaan saat ini.
Suku bunga mencapai level tertinggi dalam 12 tahun setelah bank sentral menaiikan suku bunga dua kali tahun ini karena kekhawatiranpada inflasi. RBA terakhir menaikan suku bunga pada Maret. Sejak 2002, bunga naik 12 kali.
"Tetap ada ketidakpastian tentang permintaan dan inflasi. Dewan gubernur memperkirakan pertumbuhan permintaan akan tetap moderat tahun ini," ujar Stevens.
Ekonom memperkirakan tekanan inflasi akan membuat bank sentral tetap hati-hati. Namun jika tekanan pertumbuhan dan permintaan mereda, mereka memprediksi bank sentral akan mempertimbangkan penurunan suku bunga pada 2009. (tw)
bisnis.com
Berita Lain
- Enam nama bersaing jadi direktur Bank Mandiri
- LDR bank di Sulsel capai 96,98%
- KUR Bank Mandiri capai Rp993 miliar
- Mandiri bukukan pinjaman KUR Rp993,24 miliar
- Westpac beli St. George US$17,6 miliar
Komentar
#1 - hutang atau emas
06 Mei 2008, 18:06 (dibuat oleh Udi Basuki, SE - Manajer CPP Labuan dari Kanwil Jakarta) Masa tayang sampai dengan: 05 Juli 2008, 18:06 Berhutang atau Invest Emas??? -------------------------------------------------------------------------------- seorang nasabah menanyakan kepada kami mengenai rencananya untuk menambah modal usaha. maka saya memberikan beberapa solusi: jika anda berutang,anda menggadaikan sebagian kemerdekaan anda untuk menikmati hasil usaha anda.pikiran anda akan dibebani cicilan ,biaya bunga, dan resiko kegagalan bayar. ada biaya kemerdekaan yang harus anda bayar ketika anda berutanng. ketika usaha anda belum menghasilkan laba yang maksimal,maka jalan keluarnya, anda harus bekerja lebih keras lagi,sehingga tingkatan laba yang dikehendaki bisa tercapai. sisihkan sebagian laba dalam bentuk emas. mengapa emas? emas adalah barometer produktifitas anda .semakin bertambah jumlah tabungan emas anda,berarti usaha anda semakin produktif.artinya ,ketika usaha semakin berkembang,laba berkembang,maka sudah saatnya emas dikonversi ke dalam modal kerja. lalu kembali menabung emas lagi.kalau jumlah emas tidak bertambah,berarti usaha anda tidak produktif,dan anda tidak layak untuk berhutang ,karena,malah akan membebani bahkan merusak usaha anda. kedua,jika anda berhutang,anda ikut menciptakan jumlah uang yang beredar ,yang berdampak makin melemahkan daya beli uang itu sendiri,makin memperkuat para peternak uang,naah, sekarang ganti strategi: sisihkan sebagian laba ke emas untuk loncatan ke depan memperkuat dan memperbesar usaha. tingkatkan kemandirian ekonomi kita dengan menabung emas. disclaimer. udibasuki.from http://duniaemas.blogspot.com
udi - indonesia @ 06/05/2008 - 17:38 WIB dari 125.161.37.146 (146.subnet125-161-37.speedy.telkom.net.id)