Bisnis Indonesia Online » Keuangan » Perbankan
Rabu, 16/07/2008 13:35 WIB
Perbanas keluhkan 3 masalah bagi BSMR
oleh : M. Yunan Hilmi
JAKARTA (Bisnis.com):Perbanas setidaknya keluhkan tiga masalah terkait dengan sertifikasi manajemen risiko yang selama ini diselenggarakan oleh Badan Sertifikasi Manajemen Risiko (BSMR).
Ketua Umum Perhimpunan Bank-Bank Umum Nasional (Perbanas) Sigit Pramono menegaskan asosiasi telah memberikan usulan kepada Bank Indonesia mengenai pelaksanaan sertifikasi oleh BSMR. Pertama, anggota mengeluhkan mahalnya biaya untuk mendapatkan sertifikasi ini. "Bank-bank kecil anggota kami merasa biaya itu terlalu mahal. Apalagi seolah-olah semua tingkatan harus mengikuti sertifikasi ini," jelasnya hari ini.
Kedua, dalam pelaksanaannya program sertifikasi ini sangat merepotkan sehingga bisa mengganggu aktivitas operasional bank terutama bagi bank-bank dengan jumlah karyawan yang terbatas. Ketiga, siapa saja yang berhak mengikuti sertifikasi, apakah seluruh jajaran termasuk bidang yang tidak terkait dengan manajemen risiko.
"Tiga masukkan itu merupakan respons atas pelaksanaan sertifikasi BSMR selama ini. Hanya saja, bagi anggota yang sudah mendaftar teruskan saja. Ke depannya kami menunggu ada perbaikan atas Peraturan Bank Indonesia (PBI) yang mengatur masalah ini. Kami akan memberikan masukkan ini secara tertulis kepada BI."
Sigit menambahkan industri perbankan sudah sepakat bahwa untuk sertifikasi manajemen risiko dilaksanakan oleh asosiasi profesi bankir. Ikatan Bankir Indonesia (IBI) sendiri, lanjutnya, kini tengah menyiapkan pelaksanaan sertifikasi ini.
BSMR merupakan suatu badan independen yang diinisiatif oleh BI dan didirikan oleh IRPA (Indonesian Risk Profesional Association). Sertifikasi manajemen risiko ditujukan bagi pengurus dan pejabat bank dengan tujuan meningkatkan kualitas manajemen risiko perbankan Indonesia dan corporate governance. Kursus/Program Reguler terdiri dari lima tingkat dengan kewajiban bagi pemegang sertifikat untuk mengikuti program penyegaran sesuai dengan tingkatan sertifikatnya.(yn)
bisnis.com
Berita Lain
- Sigit Pramono resmi menjadi Komisaris Independen BCA
- Bankers Association for Risk Management dideklarasikan
- Peter Benjamin Stok menyusul ke Bank Permata
- Herwidayatmo jadi calon kuat direktur Bank Permata
- ABN Amro catat laba 1,52%