Bisnis Indonesia Online » Keuangan » Perbankan


Kamis, 17/07/2008 08:24 WIB

Kenaikan rasio cadangan lemahkan bank di China

oleh : M. Yunan Hilmi

BEIJING (Bloomberg): Kebijakan otoritas perbankan China yang memaksa bank meningkatkan cadangan telah melemahkan kemampuan industri ini untuk membayar utang.

People's Bank of China menaikkan rasio cadangan ke level tertinggi sebesar 17,5% bulan lalu untuk mengendalikan pertumbuhan kredit dan inflasi. Sumber yang mengetahui masalah ini mengatakan China Banking Regulatory Commission (CBRC) telah memperingatkan kondisi sebaliknya bakal meningkat. China mendorong perpindahan dana dari sistem perbankan sehingga terjadi pertumbuhan kredit yang paling lambat pada bulan lalu dalam dua tahun teakhir. Hal ini, ujar sumber itu, akan berisiko terhadap kondisi finansial bank dalam jangka pendek.

"Meski kebijakan ini mampu mengendalikan likuiditas, namun kenaikan rasio cadangan berisiko memperketat sistem finansial," tulis  Sun Mingchun, ekonom Lehman Brothers Holdings Inc, Hong Kong, 15 Juli.

Menurut sumber tadi, rekomendasi CBRC akan dikirim ke parlemen China. Belum lama ini, radio milik pemerintah menyiarkan bahwa negara ini membutuhkan kebijakan moneter yang ketat. Pernyataan itu dilontarkan oleh Financial and Economic Affairs Committee di parlemen.

Bank sentral telah menaikkan reserve ratio requirement (RRR) sebesar 3 basis poin tahun ini. Kebijakan ini diperkirakan telah membekukan dana bank sebesar 1,3 triliun yuan (US$191 miliar). Di sisi lain, suku bunga acuan tidak berubah setelah naik sebanyak enam kali pada 2007. Sun dari Lehman memprediksikan RRR kembali naik 2,5 basis poin tahun ini.(yn)

bisnis.com

 

Berita Lain

  • Perbankan minim akses SID
  • Astra-Permata luncurkan kartu kredit otomotif
  • Laba Bank of China tumbuh paling lambat
  • Mandiri bantu 3.000 penderita TBC

Komentar

Beri Komentar