Bisnis Indonesia Online » Keuangan » Perbankan


Kamis, 17/07/2008 11:57 WIB

Bank optimalkan instrumen finansial atasi likuiditas

oleh : M. Yunan Hilmi

JAKARTA (Bisnis.com): Perbankan akan memanfaatkan instrumen finansial yang ada di pasar seperti surat utang negara, Sertifikat Bank Indonesia untuk mengatur likuiditas menyusul makin sulitnya ruang berusaha selama semester kedua tahun ini.

Direktur Utama Bank Swadesi Lisawati mengatakan untuk bank yang lebih banyak menyalurkan kredit ke sektor industri tantangannya lebih berat pada semester II/2008. Pasalnya, mereka rentan terhadap perkembangan ekonomi makro seperti kenaikan harga minyak dan tekanan inflasi. Sebaliknya, bank dengan fokus ke sektor ritel dan perdagangan relatif lebih mudah menghadapi situasi seperti itu.

"Bukan berarti sektor ritel dan perdagangan itu tidak kena dampak makro, bisa saja keuntungan debitor berkurang. Tapi tetap untung. Biasanya pedagang itu lebih sensitif terhadap kondisi berusaha. Jika memang tidak ada pembelinya, mereka akan berhenti berusaha. Namun, tentu saja terlebih dulu melunasi cicilan kredit ke bank. Untuk semester depan kami tetap menjaga debitor yang sudah ada dan mencari nasabah baru secara hati-hati dan selektif," paparnya.

Dia menilai kredit yang tidak dicairkan (undisbursed loan) di sektor perbankan bisa meningkat mengingat bank menekan ekspansi. Hanya saja, lanjutnya, bank mempunyai cara untuk mengatasi kelebihan likuiditas ini. "Kami akan menggunakan instrumen finansial yang ada di pasar seperti SUN, SBI, dan lainnya. Yang jelas bukan hanya di pasar uang antarbank. Sekarang ini bank mempunyai banyak saluran untuk mengatasi masalah likuiditas jika memang sektor riil tidak jalan."

Menurut Lisawati, Bank Swadesi belum akan menyalurkan kredit tanpa agunan (KTA) seperti yang dilakukan banyak bank. "Produk kartu kredit  saja kami belum punya. Sampai sejauh ini Bank Swadesi belum berminat untuk menggarap KTA. Belum ada rencana."

Dia mengungkapkan hasil rights issue senilai Rp139,5 miliar akan masuk akhir bulan ini.

bisnis.com

 

Berita Lain

  • Deposito makin diminati di Sulsel
  • Gejolak finansial AS jadi referensi manajemen krisis
  • Merger CIMB Niaga tertunda, peringkat masih stabil
  • Fitch: Kualitas aset bank di China memburuk

Komentar

Beri Komentar