Bisnis Indonesia Online » Keuangan » Perbankan
Kamis, 17/07/2008 12:29 WIB
Kredit UMKM lebih banyak untuk konsumsi
oleh : M. Yunan Hilmi
JAKARTA (Bisnis.com): Kredit UMKM ternyata lebih banyak dipergunakan untuk kredit konsumsi dibandingkan dengan untuk modal kerja atau investasi.
Data Bank Indonesia memperlihatkan besarnya kredit bank yang tersalur ke sektor UMKM mencapai Rp552,11 triliun per Mei 2008. Tenyata sebanyak Rp285,77 triliun atau 51,76% dari angka total tersebut penggunaannya untuk kredit konsumsi. Artinya, kredit UMKM itu tidak produktif. Untuk kredit modal kerja sebesar Rp217,86 triliun (39,46%) dan kredit investasi Rp48,48 triliun (8,78%).
Di samping itu, pertumbuhan kredit UMKM tahunan untuk konsumsi juga lebih tinggi dibandingkan dengan dua jenis lainnya. Data itu menunjukkan pada Mei 2009 besarnya kredit UMKM untuk konsumsi senilai Rp285,77 triliun naik 30,32% dari posisi sama 2007 Rp219,29 triliun. Sementara itu, pertumbuhan kredit UMKM untuk modal kerja hanya 28,23% dari Rp169,90 triliun menjadi Rp217,86 triliun. Untuk kredit investasi tumbuh paling kecil 23,48% yakni dari Rp39,26 triliun menjadi Rp48,48 triliun.
Yang dimaksud dengan kredit UMKM adalah kredit mikro dengan plafon 0 sampai dengan maksimum Rp50 juta, kredit kecil lebih dari Rp50 juta sampai dengan maksimum Rp500 juta, dan kredit menengah lebih dari Rp500 juta sampai dengan maksimum Rp5 miliar. Data kredit UMKM tidak mencakup data kartu kredit dan kredit yang disalurkan oleh bank perkreditan rakyat (BPR).
bisnis.com
Berita Lain
- Peter Benjamin Stok menyusul ke Bank Permata
- Herwidayatmo jadi calon kuat direktur Bank Permata
- ABN Amro catat laba 1,52%
- BCA akan pindah kantor pusat 5 September
- Mandiri dan Ambhara garap ZIS online